
Tipe RS Bhayangkara Sumbar bakal naik menjadi Tipe C (video)

Padang, (Antaranews Sumbar) - Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Fakhrizal menargetkan status Rumah Sakit Bhayangkara di provinsi itu naik dari tipe D menuju tipe C dengan meningkatkan sarana dan prasana serta pelayanan terhadap masyarakat.
"Kami terus berbenah agar rumah sakit ini dapat memenuhi kebutuhan masyarakat," kata dia selepas peletakan batu pertama pembangunan ruang inap kelas I RS Bhayangkara di Padang, Rabu.
Menurutnya saat ini akan dibangun gedung dua lantai yang difungsikan sebagai ruang rawat inap kelas I.
Gedung ini akan dibangun 20 kamar dan mampu menampung sebanyak 40 pasien.
Dirinya berharap keberadaan rumah sakit ini dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dalam bidang kesehatan.
"Karena keterbatasan lahan seluruh gedung rumah sakit ini dalam perencanaannya dinaikkan hingga 11 lantai. Kami sudah minta pihak terkait melakukan perencanaan, apabila itu dapat diwujudkan tentu akan dilakukan," katanya.
Selain itu dalam menyambut Hari Bhayangkara yang ke-72 Polda Sumbar melakukan bakti sosial dalam bidang kesehatan yaitu sunatan massal, operasi bibir sumbing, pemeriksaan kesehatan umum dan pemasangan alat KB.
"Setiap kegiatan ditargetkan untuk tiga ratus orang namun apabila masyarakat terus berdatangan akan tetap dilayani," katanya.
Kepala Bidang Dokter dan Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Sumbar dr Kombes Pol Danang Pamudji mengatakan pembangunan gedung lantai dua diatas tanah seluas 715 meter persegi.
"Pembangunan gedung itu menggunakan dana hibah dari BLU RS Bhayangkara sebesar Rp5,04 miliar," kata dia.
Sementara Kepala RS Bhayangkara dr Kompol Tasrif mengatakan peningkatan sarana ini juga diikuti dengan peningkatan pelayanan kesahatan baik untuk anggota Polri maupun masyarakat umum.
"Kami memiliki andalan di sini yakni pada pelayanan fisioterapi dan pelayanan Neonatal Intensive Care Unit (NICU) karena dilengkapi dengan alat yang memadai," katanya.
Pelayanan NICU adalah pelayanan perawatan intensif terhadap bayi yang baru lahir apa itu kelainan atau gangguan karena bayi meminum air ketuban ibunya.
"Kami memiliki alat C-PAP yakni alat bantu nafas bayi yang gangguan pernafasan berat sebanyak empat unit, dilengkapi dengan ventilator darurat dan lainnya," kata dia.
Sedangkan untuk pelayanan fisioterapi diberikan kepada masyarakat di dua lokasi yakni RS Bhayangkara di kawasan Jati Kota Padang dan Poliklinik Bhayangkara Lolong Kota Padang.
"Layanan ini sangat digemari oleh masyarakat karena kami memiliki peralatan yang memadai serta pelayanan yang maksimal," katanya.
Pewarta: Mario S Nasution
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
