Delapan rumah terbakar di Batang Lingkin Pasaman Barat

id Kebakaran Rumah,Kebakaran di Pasaman Barat

Kebakaran di Batang Lingkin Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat menghanguskan delapan unit rumah semi permanen. Tidak ada korban jiwa pada kebakaran itu, Jumat (5/5) (ANTARA SUMBAR/Altas Maulana)

Simpang Empat, (Antaranews Sumbar) - Sekitar delapan unit rumah semi permanen di Batang Lingkin Nagari Aia Gadang Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) terbakar, Jumat.

"Benar, delapan unit rumah hangus terbakar. Tidak ada korban jiwa pada musibah itu," kata Kepala Badan Satuan Polisi Pamong Praja Pasaman Barat, Edison Zalmi di Simpang Empat, Jumat siang.

Ia mengatakan delapan unit rumah yang hangus terbakar adalah Satria (28), Melida (50), Tiyosma (70), Amsar (45 ), Melda (38), Erni (44), Idah (35) dan Maidel (30).

"Kebakaran diduga akibat korsleting arus pendek listrik. Kerugian ditaksir ratusan juta," katanya.

Menurutnya kebakaran itu berawal ketika masyarakat sedang terlelap tidur pada Jumat (4/5) pagi.

Saat itu tiba-tiba api berasal dari rumah salah seorang korban Tiyosma (70) yang sehari-hari menjual gorengan.

Saat itu api begitu cepat menjalar kerumah warga lainnya yang posisi rumah warga cukup padat dan rapat dengan tipe rumah semi permanen.

"Delapan rumah hangus terbakar dan dua rumah milik Desi Mulyani dan Raden Putra memgalami rusak ringan dan tidak terbakar seluruhnya," ujarnya.

Ia menyebutkan saat petugas pemadam kebakaran sampai di lokasi api sudah membesar dan menghanguskan delapan rumah.

Pihaknya bersama pihak kepolisian dan masyarakat berupaya memadamkan api sehingga tidak menjalar ke rumah sekitarnya.

Sementara itu, Ketua Markas Palang Merah Indonesia Pasaman Barat, Rida Warsa membenarkan kejadian kebakaran itu.

"Petugas PMI juga langsung turun ke lokasi kebakaran untuk memberikan pertolongan," katanya.

Pihaknya segera menyalurkan bantuan berupa kebutuhan bahan pokok, peralatan rumah tangga dan alat memasak dan bantuan lainnya. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar