Pasar II Payakumbuh tampung 300 pedagang

id Pasar II Payakumbuh,Pasar Payakumbuh

Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kota Payakumbuh Dahler. (ANTARA Sumbar/Fathul Abdi)

Payakumbuh, (Antaranews Sumbar) - Pasar II Payakumbuh, Sumatera Barat (Sumbar), yang akan mulai dioperasikan pada Kamis (3/5), pada tahap awal mampu menampung sekitar 300 lebih pedagang.

"Pada tahap awal ini Pasar II Payakumbuh bisa menampung 300 lebih pedagang, dengan kios serta los yang ada sudah dibangun di pasar," kata Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kota Payakumbuh Dahler, di Payakumbuh, Rabu.

Ia merinci saat ini di pasar yang baru dibangun dengan dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) itu terdapat 80 kios, serta 200 los.

Pembangunan pasar itu adalah bagian dari program nasional program nasional yang menargetkan sebanyak 5.000 pasar rakyat di wilayah Indonesia hingga 2019.

Pasar yang berada di Padang Kaduduak, Kecamatan Payakumbuh Utara itu, akan mulai beroperasi pada Kamis (3/5), ditandai dengan acara syukuran.

Menurut Dahler, untuk tahap awal fokus utama pihaknya adalah memastikan keberlangsungan transaksi jual-beli di pasar tersebut.

Karena hal itu kemudian diambil kebijakan bahwa 50 persen kuota pedagang yang akan menempati pasar ditentukan oleh pemerintah, sementara 50 persen sisanya diisi warga sekitar.

"Langkah ini demi keberlangsungan pasar, para pedagang di pasar induk kami minta membuka cabang di pasar baru tersebut. Tentunya modal serta pengalaman para pedagang lama akan membantu," katanya.

Ia meyakini kehadiran pasar itu mampu menggerakkan perekonomian, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu juga sebagai alternatif warga selain berbelanja di pasar induk.

Saat ini dari lima hektare lahan yang tersedia untuk pasar, sekitar satu hektare sudah digunakan untuk pembangunan fisik.

"Untuk ke depan perluasan pasar adalah target yang dituju, tapi itu dilakukan secara perlahan. Karena fokus sekarang memastikan keberlangsungan pasar," jelasnya.

Dalam jangka waktu enam bulan pihak Pemkot menggratiskan para pedagang dari sewa kios dan los. Sedangkan untuk parkir, pengelolaannya akan diserahkan kepada masyarakat setempat. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar