Inflasi di Bukittinggi disebabkan kenaikan indeks semua kelompok pengeluaran

id Inflasi Bukittinggi,BPS Bukittinggi

Ilustrasi - Inflasi.

Bukittinggi, (Antaranews Sumbar) - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar), mencatat daerah itu inflasi 0,12 persen pada April 2018.

Kepala BPS setempat, Mukhlis di Bukittinggi, Rabu, mengatakan inflasi disebabkan karena adanya kenaikan indeks di semua kelompok pengeluaran.

Kelompok pengeluaran tersebut yaitu kelompok bahan makanan, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar.

Selanjutnya kelompok sandang, kelompok kesehatan, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga, serta kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan.

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga terbesar selama April 2018 yaitu cabai merah, bensin, ikan dencis, daging ayam ras, bawang putih, emas perhiasan, rokok kretek filter dan apel.

Sedang komoditas lain yang juga sering menjadi penyumbang inflasi seperti cabai merah dan bawang mengalami penurunan harga selama bulan tersebut.

Wali Kota Bukittinggi, M Ramlan Nurmatias sebelumnya telah memastikan bahwa kebutuhan pokok masyarakat terutama saat Ramadhan 1439 Hijriah aman.

"Bila terjadi gejolak, bersama Bulog kami sudah berkoordinasi untuk menggelar pasar murah agar harga barang kebutuhan pokok tetap stabil," katanya.

Ia mengatakan karena Bukittinggi bukan daerah produsen, maka perlu koordinasi dengan daerah penghasil agar kebutuhan warga terpenuhi.

"Misalnya komoditas cabai merah dan daging sapi kami banyak koordinasi dengan Kabupaten Agam agar distribusi lancar," katanya.

Pada Ramadhan ada kecenderungan harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan dan karena kondisi itu ia mengingatkan masyarakat berbelanja sesuai kebutuhan, bukan keinginan. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar