Ikan kerapu asal Pesisir Selatan tembus Hongkong dan Singapura

id Ekspor Ikan Kerapu,Ikan Kerapu Pesisir Selatan,Pemasaran Ikan Kerapu

Plt. Kepala Dinas Perikanan Pesisir Selatan, Arlinda Wati. (ANTARA SUMBAR / Didi Someldi Putra)

Painan, (Antaranews Sumbar) - Ikan kerapu hasil budidaya nelayan di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat penjualannya menembus pasar negara di Asia seperti Hongkong dan Singapura, kata pejabat pemerintah daerah setempat.

"Ikan kerapu tersebut jenis bebek dan macan, per kilogram kerapu jenis bebek dihargai Rp400 ribu sementara jenis macan Rp100 ribu," ungkap Plt. Kepala Dinas Perikanan Pesisir Selatan, Arlinda Wati di Painan, Rabu.

Ia menambahkan saat ini terdapat tiga wilayah di daerah setempat yang dijadikan sebagai lokasi pembudidayaan yaitu perairan Mandeh, Kecamatan Koto XI Tarusan, perairan Sungai Nipah, Kecamatan IV Jurai dan Perairan Sungai Bungin, Kecamatan Batang Kapas.

"Keramba-keramba budidaya paling banyak terdapat di Sungai Nipah, disusul Mandeh dan selanjutnya Sungai Bungin. Total keseluruhan berjumlah sekitar 200 unit" katanya.

Meski harga ikan kerapu yang dibudidayakan menggiurkan namun dalam merawatnya dibutuhkan keseriusan serta baru bisa di panen pada umur delapan bulan.

"Ikan kerapu tidak hanya diberi pakan namun juga dimandikan dengan air tawar dengan maksud untuk membersihkan bakteri serta parasit yang menempel di badan ikan," sebutnya.

Kegiatan memandikan tersebut, lanjutnya, dilaksanakan minimal sekali dalam satu pekan, selain itu jaring-jaring keramba juga mesti dibersihkan sehingga tidak berlumut, karena apabila lumut tersebut dimakan ikan maka berisiko terhadap kesehatannya.

Bahkan menurutnya, tingkat kematian ikan juga tinggi, dan jika tidak telaten nelayan akan mengalami kerugian. Selain itu jika pun hidup hingga masa panen namun tidak dirawat maksimal beratnya pun tidak ideal.

Meski demikian ujarnya, nelayan-nelayan tetap termotivasi untuk memelihara ikan kerapu, hal tersebut dengan tidak berhentinya pembudidayaan ikan kerapu di daerah itu.

Hanya saja, nelayan setempat kesulitan mendapatkan bibit ikan karena harus didatangkan dari daerah Situbondo, Jawa Timur.

"Terkait penyediaan bibit ikan kerapu kami telah berkoordinasi dengan provinsi dan saat ini tim sedang berupaya untuk pengadaannya," ujarnya lagi. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar