Kuliner asal Indonesia mendapat perhatian di pameran kuliner terbesar di Asia

id Kuliner Indonesia,Pameran Kuliner Asia

Ilustrasi - (ANTARA SUMBAR/20 12)

Jakarta, (Antaranews Sumbar) - Makanan khas Indonesia yang disajikan oleh para anggota delegasi dengan berbagai inovasi pada pameran kuliner terbesar se-Asia di Singapura pada 24-27 April 2018 terus mendapat perhatian besar dari para pengunjung.

Pernyataan dari Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yang diterima di Jakarta, Jumat menyebutkan bahwa kuliner Indonesia yang disajikan pada pameran itu merupakan produk terbaik dari Food Startup Indonesia (FSI) tahun 2017 seperti Chillibags dari Bogor, Matchamu dari Yogyakarta, dan Ladang Lima dari Surabaya.

Chillibag merupakan usaha rintisan yang menyajikan berbagai sambal khas Indonesia, sedangkan produk kuliner dari Matchamu dan Ladang Lima produk masing-masing adalah teh hijau dan produk tepung singkong pengganti tepung terigu.

FSI adalah acara yang digelar oleh Bekraf guna meningkatkan sub sektor kuliner dengan menghubungkan perusahaan rintisan (startup) kuliner dan ekosistem kuliner terpadu serta meningkatkan akses permodalan non perbankan.

"Sampai kemarin kami sudah melakukan pertemuan dengan empat calon pembeli potensial yang nantinya akan memasarkan produk kami untuk pasar Singapura dan negara lain," ujar pendiri Ladang Lima, Annisa Pratiwi.

Ia menambahkan bahwa para calon pembeli tersebut berminat untuk memasarkan produk tepung dan kudapan siap saji, serta produk bebas gluten yang aman dikonsumsi oleh orang-orang yang memiliki alergi terhadap bahan-bahan telur.

"Di tengah pertumbuhan minat masyarakat akan produk sehat, saat ini adalah waktu yang tepat untuk memasarkan produk berbahan dasar khas makanan Indonesia. Kami juga disarankan oleh Bekraf melalui Deputi Pemasaran untuk gencar menyasar komunitas-komunitas agar produk kami semakin dikenal," ungkap Annisa.

Pada pameran tersebut Bekraf juga menggandeng delegasi dari kedai kopi Upnormal Coffee Roasters, Proyek Validasi Soto Indonesia garapan Foodlab Indonesia, dan perusahaan-perusahaan dukungan Atase Perdagangan KBRI Singapura untuk mengisi Paviliun Indonesia.

Project Manager Upnormal Coffee Roaster untuk FHA 2018, Aryan Pramudito mengungkapkan bahwa kedai kopinya mendapatkan beberapa calon pembeli. "Ke depan kita akan terus menindak lanjuti karena saat ini kita sedang dalam proses pengurusan dokumen ekspor," katanya (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar