Tunjang produksi dan penjualan, galeri batik akan disiapkan di Pariangan

id Batik Pariangan,Tanah Datar

Staf Nagari Pariangan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, memperlihatkan salah satu batik yang diproduksi di daerah tersebut, Kamis (19/4). Batik tersebut ditargetkan dapat dikenal oleh seluruh masyarakat di Indonesia. (Antara Sumbar/Syahrul R)

Batusangkar, (Antaranews Sumbar) - Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar) akan menyiapkan sebuah galeri batik di kawasan Desa Wisata Pariangan guna menunjang produksi dan penjualan batik di daerah tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Tanah Datar, Edi Susanto di Batusangkar, Rabu, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pegiat wisata serta pemerintah nagari setempat.

"Kita telah berkoordinasi dengan Komunitas Nagari Tuo Pariangan dan pemerintahan nagari untuk pendirian Galery Batik di daerah itu," katanya.

Ia menyebutkan, direncanakan nantinya galeri tersebut akan memanfaatkan rumah gadang yang ada, dimana nantinya segala aktivitas akan dilakukan disana.

Menurut dia, aktivitas produksi mulai dari pencantingan hingga pewarnaan akan dipusatkan di galeri, sehingga pengunjung dapat langsung melihat proses produksi.

"Selain sebagai rumah produksi, galeri itu nantinya sekaligus akan menjadi rumah promosi tempat menjual produk batik tersebut," ujarnya.

Untuk pengadaan galeri ini sudah diusulkan kepada Presiden Jokowi seiring kunjungannya ke Pariangan beberapa waktu lalu, selain itu pihaknya juga mengupayakan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari BUMN.

"Pariangan terkenal sebagai destinasi wisata budaya dan salah satu industri pariwisata yang mengarah pada ekonomi kreatif adalah batik khas Pariangan," kata dia.

Sebelumnya Wali Nagari Pariangan, April Khatib Saidi mengatakan pengembangan produksi batik Pariangan yang dikembangkan di Nagari Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, terkendala persoalan sumber daya manusia serta sarana pendukung seperti rumah produksi dan peralatan lainnya.

Menurutnya saat ini rumah produksi masih belum memadai dan peralatan yang dipergunakan juga masih sangat tradisional serta industri tersebut juga masih terkendala dengan urusan pemodalan, seperti untuk membeli bahan serta peralatan lain untuk menunjang produksi. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar