Pelabuhan perikanan Pusong Lhokseumawe jadi tempat pendaratan ikan

id pendaratan ikan

TANGKAPAN NELAYAN. (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

dengan meningkatnya status, maka fasilitas pelabuhan juga perlu ditingkatkan, baik dari segi fasilitas utama, fungsional dan juga penunjang, seperti kola labuh, break water, dermaga dan tempat pengisian bahan bakar nelayan, dan lokasi pelelangan ikan
Lhokseumawe, (Antaranews Sumbar) - Pelabuhan Perikanan Pusong, Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, ditingkatkan statusnya menjadi Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI), setelah adanya surat keputusan dari Menteri Kelautan dan Perikanan RI.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) PPI Pusong, Asmadi di Lhokseumawe, Kamis mengatakan, dengan keluarnya keputusan itu maka secara resmi Pelabuhan Perikanan Pusong, berubah menjadi Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Pusong sejak 1 Maret 2018.

Ia menyebutkan, dengan meningkatnya status, maka fasilitas pelabuhan juga perlu ditingkatkan, baik dari segi fasilitas utama, fungsional dan juga penunjang, seperti kola labuh, break water, dermaga dan tempat pengisian bahan bakar nelayan, dan lokasi pelelangan ikan.

Selain itu juga, kegiatan kepalabuhanan perikanan setiap bulannya wajib dilaporkan kepada gubernur dengan tembusannya ke Dirjen Perikanan Tangkap, terang Asmadi.

Ia juga mengharapkan aktivitas nelayan di PPI Pusong dapat lebih meningkat lagi, baik untuk bongkar muat ikan dan berbagai kegiatan nelayan lainnya.

Selain itu, lanjut dia, sejumlah sarana dan prasarana yang kurang memadai, dapat menjadi perhatian pemerintah untuk melengkapinya agar berbagai aktivitas nelayan di PPI dimaksud dapat berjalan dengan maksimal.

Selama ini, PPI Pusong sudah menjadi pusat aktivitas nelayan di Lhokseumawe. Banyak boat sandar di dermaga PPI tersebut, begitu juga aktivitas nelayan lainnya, seperti membongkar hasil tangkapan, mengisi bahan bakar dan juga logistik.(*)
Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar