167 kilometer jalan baru akan dibuka di Mentawai, TMMD turut andil

id TMMD,Trans Mentawai,Nasrul Abit

(ANTARA TV SUMBAR)

Padang, (Antaranews Sumbar) - Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Barat Nasrul Abit menyebutkan percepatan pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Kepulauan Mentawai akan didukung dengan bhakti TNI yang telah terbukti mampu membuka jalan di daerah sulit melalui TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).

"Selain trans Mentawai akan dibuka juga jalan baru, total 167 kilometer. Diharapkan dengan bantuan TNI, bisa terlaksana," kata dia di Padang, Kamis.

Peroses pembangunan jalan tersebut telah masuk proyeksi dan perencanaannya disiapkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Panglima TNI. Nanti Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kepulauan Mentawai akan berkoordinasi ke pusat.

Infrastruktur jalan menjadi salah satu syarat untuk mendorong percepatan pembangunan serta geliat ekonomi masyarakat Mentawai agar kesejahteraan meningkat.

Hal itu juga menjadi harapan untuk bisa mengeluarkan Mentawai dari status daerah tertinggal secepatnya, minimal pada 2021 atau akhir jabatan gubernur dan wagub.

Selain akses jalan juga diperhatikan ketersediaan air bersih dan sistem sanitasi. Hal itu harus diperhitungkan sejak awal agar tidak menjadi persoalan dikemudian hari.

Nasrul menegaskan pembangunan infrastruktur tersebut murni untuk kepentingan masyarakat Mentawai, bukan disebabkan akan dibukanya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di daerah terluar itu.

Namun nanti pihak swasta tentu juga bisa menikmati akses yang telah tersedia tersebut. Ketersediaan infrastruktur juga diharapkan akan memancing investor untuk masuk ke Mentawai.

Sementara itu lanjutan pembangunan trans Mentawai dari Labuan Bajou sudah berjalan atau terbuka sepanjang 1 kilometer lebih oleh TNI. Jalan ini sudah dapat dimanfaatkan oleh warga setempat.

Kasi Perencanaan Korem 032 Wirabraja Kolonel Inf Tris Harjoko mengatakan TNI AD siap membantu pemerintah daerah untuk pembangunan kesejahteraan masyarakat.

Untuk itu, administrasi dokumen yang perlu mendukung pelepasan taman nasional, dikerjakan dari awal. Jangan menjadi menghambat pelaksanaan di 2019 nanti.

"Harapan kita 2019 dapat dilakukan, warga Mentawai mendapatkan akses lebih mudah. TNI akan membantu pemerintah kegiatan tersebut dalam bentuk TNI Manunggal Membangun Desa," katanya.

Khusus untuk jalan 167 kilometer tersebut adalah proses pembukaan, sementara kelanjutan dalam bentuk pengerasan akan dilaksanakan oleh instansi terkait lainnya.

Sebelumnya Bupati Mentawai, Yudas Sabaggalet mengatakan, kelanjutan pembangunan trans Mentawai dan pelabuhan atau dermaga sangat penting untuk menghubungkan antar daerah dan antar pulau di Mentawai seperti dari Siberut Barat, Labuan Bajou, sampai Mabukku Siberut Barat Daya dan dilanjutkan ke Sipora Utara, kemudian lanjut ke Sipora Selatan Sao dan di situ akan dibuat dermaga menghubungkan Pagai Utara.

"Ini penting pembangunan trans Mentawai, tujuannya adalah untuk menghubungkan daerah satu dengan lainnya, dengan adanya trans Mentawai perjalanan kita dari selatan sampai utara atau sebaliknya jadi singkat, disitu juga akan ada perputaran ekonomi bagi masyarakat, untuk pelabuhan Labuan Bajou kita akan hubungkan dia dengan Sibolga, di situ juga nelayan dari Sibolga akan ke situ, itu urgensinya," kata Yudas. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar