Zuldafri Darma ajak petani Tanah Datar tanam padi serentak

id Tanam Padi Serentak,Zuldafri Darma

Zuldafri Darma ajak petani Tanah Datar tanam padi serentak

Wakil Bupati Tanah Datar, Zuldafri Darma berdialog dengan petani dalam acara acara Gerakan Pengendalian Hama Tikus di Nagari Lima Kaum. (Antara Sumbar/Ist.)

Batusangkar, (Antaranews Sumbar) - Wakil Bupati Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar), Zuldafri Darma mengimbau agar seluruh petani beserta kelompok tani di daerah itu untuk menjaga koordinasi dengan penyuluh pertanian.

"Penyuluh pertanian merupakan orang yang memiliki ilmu di bidang pertanian, termasuk dalam hal pengendalian hama tikus," katanya di Batusangkar, Kamis.

Selanjutnya ia meminta agar petani tetap berkoordinasi maupun bertanya kepada penyuluh tentang langkah maupun strategi untuk mengurangi hama tikus sehingga dapat meningkatkan hasil pertanian.

Menurutnya keberadaan tikus di area persawahan sangat merugikan sebab seringkali menyebabkan kerusakan sehingga mempengaruhi hasil panen. Oleh karenanya diperlukan tindakan pengendalian yang efektif agar kerugian dapat dikurangi.

"Salah satu contoh langkah guna mengurangi hama tikus adalah dengan melakukan tanam padi serentak pada lahan tani yang ada," ujarnya.

Ia menyebutkan ketika proses tanam dan panen padi tidak dilakukan secara serentak maka akan memberikan kesempatan bagi tikus untuk terus mendapatkan stok makanan.

Namun apabila hal tersebut dilakukan secara serentak maka akan ada fase dimana tikus tidak mendapatkan stok makanan sehingga jumlahnya dapat ditekan dan tidak dapat berkembang biak dengan baik.

"Ketika tikus mempunyai stok makanan yang cukup maka ia akan berkembang biak dengan cepat," kata dia.

Sementara itu Camat Lima Kaum, Afrizal mengatakan petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Balairung dan Sawah Koto berkomitmen untuk menjalankan program pengendalian hama tikus.

"Pihak kecamatan dan kelompok tani bersama wali nagari komit untuk melakukan program pengendalian hama tikus dari beberapa waktu lalu, karena tikus dapat menyebabkan gagal panen sehingga merugikan petani," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar