Polisi sita 21 alat yang digunakan untuk membuat sabu-sabu di Payakumbuh

id Pembuatan Sabu-sabu,Polres Payakumbuh

Kepala Polresta Payakumbuh AKBP Endrastiawan, didampingi Kepala Polsek Kota Payakumbuh Kompol Russirwan, memperlihatkan barang bukti yang diamankan dari tersangka pembuat sabu-sabu, Rabu (25/4). (ANTARA Sumbar/Fathul Abdi)

Payakumbuh, (Antaranews Sumbar) - Kepolisian Resor Kota Payakumbuh, Sumatera Barat (Sumbar), mengamankan sedikitnya 21 alat serta bahan yang digunakan tersangka Rino Datuak Pandak, membuat narkoba mirip sabu-sabu secara manual.

"Dari rumah tersangka ditemukan sebanyak 21 alat serta bahan-bahan yang berkaitan dengan kegiatan tersangka, barang tersebut sudah diamankan sebagai barang bukti," kata Kepala Polresta Payakumbuh AKBP Endrastiawan, didampingi Kepala Polsek Kota Payakumbuh Kompol Russirwan, dalam keterangan pers di Payakumbuh, Rabu.

Barang itu di antaranya adalah bong yang dibuat dengan botol minuman, dua buah jarum suntik, korek api gas, tiga botol yang berisi tawas, minyak zippo dan obat tremenza.

Kemudian satu botol alkohol kosong, bungkus bekas obat tremenza, dua bungkus soda api, sebuah tempat penggorengan, kompor gas, baterai, dan lainnya.

Baca juga: Belajar dari internet, Rino membuat narkoba mirip sabu-sabu dua kali sebulan

Selain alat dan bahan, polisi saat melakukan penangkapan Jumat (20/4) malam, juga mengamankan narkoba mirip sabu-sabu yang telah diproduksi tersangka seberat 0,41 miligram. Barang itu disimpan di dalam mobil yang dikendarai tersangka.

Hasil pemeriksaan laboratorium yang dikeluarkan BBPOM pada Selasa (24/4), menyatakan barang 0,41 miligram itu positif mengandung metamfitamin (Met).

Dari pengakuan tersangka diketahui sejumlah bahan baku tersebut ia beli secara dalam jaringan (daring), dugaan sementara dipasok dari Jakarta.

Baca juga: FS mengaku konsumsi sabu-sabu buatan Rino

Hanya saja sampai saat ini polisi masih mendalami bagaimana mekanisme membawa bahan itu menuju ke Payakumbuh.

"Proses membawanya ke Payakumbuh itu masih didalami, termasuk bagaimana mengantarnya ke tangan pelaku," katanya.

Sebelumnya, tersangka Rino Datuak Pandak ditangkap polisi pada Jumat malam sekitar pukul 22.30 WIB. Bersamanya juga diamankan seorang rekan perempuan berinisial FS (16).

Namun polisi baru memberikan keterangan secara resmi pada Rabu (25/4), karena masih melakukan pengembangan dan menunggu hasil laboraturium BBPOM Padang.

Baca juga: Polres Payakumbuh ungkap pembuatan narkoba mirip sabu-sabu

Tersangka ditangkap atas dugaan membuat narkoba mirip sabu-sabu secara manual di kediamannya Simpang Kurnia, Kelurahan Tiakar, Payakumbuh Timur, Payakumbuh.

Dari pemeriksaan polisi diketahui barang tersebut dibuat tersangka sejak dua tahun terakhir, untuk dikonsumsi sendiri. Dalam satu bulan tersangka memproduksi sebanyak dua kali.

Kompol Russirwan menggambarkan bentuk sabu-sabu yang dibuat oleh tersangka berwarna lebih gelap, tidak mengkilat, dan agak kekuningan, dibandingkan sabu-sabu yang banyak beredar.

Kini tersangka mendekam di sel tahanan Polsek Kota Payakumbuh, dan harus mempertanggungawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Ia dijerat dengan pidana karena melanggar pasal 112, 113 ayat (1), ayat (1) Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Polisi mengimbau agar warga menjauhi dan tidak menyentuh narkoba apapun jenisnya karena merusak. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar