UNBK SMP di Payakumbuh sempat terganggu padamnya listrik karena pohon tumbang

id UNBK

Sejumlah siswa SMP sedang mengikuti ujian UNBK. (Antara)

Saat listrik mati waktu ujiannya otomatis juga berhenti, dan soal yang telah diisi tetap tersimpan. Jadi tidak terganggu
Payakumbuh, (Antaranews Sumbar) - Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) hari kedua di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat (Sumbar), sempat tertunda sekitar 15 menit karena pemadaman listrik yang terjadi di daerah itu.

"Dalam sehari ada tiga sesi ujian, pemadaman listrik terjadi ketika sesi ketiga berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB, " kata Kepala Dinas Pendidikan Payakumbuh Agustion, di Payakumbuh, Selasa.

Beruntung pemadaman tidak berlangsung lama karena Dinas Pendidikan segera melakukan koordinasi dengan pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) daerah setempat.

"Kami segera melakukan komunikasi dengan PLN, karena sebelumnya sudah ada koordinasi antara dinas dengan PLN aga tidak ada pemadaman ketika ujian berlangsung," katanya.

Dari komunikasi tersebut diketahui pemadaman listrik karena adanya pohon tumbang. Berselang sekitar 15 menit, listrik akhirnya hidup kembali.

Peserta UNBK SMP pada 2018 di Payakumbuh sebanyak 3.287 orang dari 23 sekolah, terdiri atas SMP negeri, swasta serta MTs. Seluruh sekolah telah melaksanakan ujian berbasis komputer, kecuali dua SMP Luar Biasa.

Agustion menyebutkan pemadaman listrik itu tidak menganggu waktu serta pengerjaan soal yang tengah diisi para siswa.

"Saat listrik mati waktu ujiannya otomatis juga berhenti, dan soal yang telah diisi tetap tersimpan. Jadi tidak terganggu," katanya.

Namun demikian, lanjutnya, pihaknya bersama panitia ujian berusaha menenangkan siswa agar tidak panik pascapemadaman.

"Kami perlu menenangkan para siswa agar mereka tidak khawatir karena pemadaman listrik tersebut," katanya.

Sementara pada UNBK hari pertama Senin (23/4), pelaksanaan ujian sempat tertunda sekitar 20 menit karena adanya gangguan server pusat.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan Payakumbuh juga telah melakukan persiapan pelaksanaan UNBK itu. Seperti pengecekan server, tiga kali uji coba, sinkronisasi serta "finishing".

Persiapan lain yang juga telah dilakukan adalah menyiapkan komputer cadangan di setiap lokal ujian, sebagai alternatif ketika nanti terjadi kerusakan. Minimal terdapat dua komputer cadangan di masing-masing ruangan.

Pada masing-masing lokal juga disiapkan teknisi serta proktor, yang akan langsung bekerja ketika terjadi gangguan teknis. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar