Berikut delapan sekolah di Padang Pariaman yang dinilai tim adiwiyata provinsi

id sekolah adiwiyata

Penyedian tong sampah yang dipilah antara organik, anorganik dan B3 atau zat kimia merupakan salah satu penilaian adiwiyata. (Antara Sumbar/Novia Harlina)

Saat ini sekolah sudah rindang karena banyak tumbuhan sehingga siswa lebih nyaman
Padang, (Antaranews Sumbar) - Sebanyak delapan sekolah di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat calon peraih adiwiyata dinilai oleh tim dari provinsi untuk diverifikasi dokumen dan fisik lapangan serta pengetahuan siswa dan guru mengenai lingkungan.

"Untuk lebih optimalnya penilaian, kami membagi tim yakni tiga atau empat penilai per sekolah," kata Ketua Tim Penilai Adiwiyata, Dasril di Padang Pariaman, Jumat.

Ia menyebutkan ke-delapan sekolah tersebut adalah SMPN 1 Batang Anai, SMPN 2 Batang Anai, SDN 07 Sungai Sariak, SMPN 2 2x11 Enam Lingkung, SMPN 1 Nan Sabaris, SDN 05 Kampuang Dalam, SMAN 2 Sungai Limau, dan SMAN1 Sungai Garinggiang.

Menurutnya ketika menilai sekolah itu, akan dikumpulkan poin-poin yang menjadi pertimbangan untuk dirembukkan oleh seluruh tim tingkat provinsi.

Pada 2018, lanjutnya Sumbar menargetkan 50 sekolah akan menerima penghargaan adiwiyata tingkat provinsi.

Ia menjelaskan tujuan dari program adiwiyata ialah menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah untuk menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah.

Sehingga, tambahnya sekolah tersebut turut bertanggung jawab dalam upaya-upaya penyelamatan lingkungan hidup serta pembangunan berkelanjutan.

Menurutnya secara umum ada empat kriteria yang dinilai pada sekolah adiwiyata, yaitu kebijakan sekolah yang berwawasan lingkungan, kurikulum yang mengaitkan antara mata pelajaran dengan lingkungan.

Selanjutnya partisipasi sekolah dalam mengikuti kegiatan lingkungan hidup dan sarana prasarana yang ada di sekolah seperti tempat sampah pilah, alat pengomposan, apotek hidup, taman sekolah.

Sekolah Adiwiyata yang ikut pada tingkat provinsi, terlebih dahulu harus lolos pada tingkat kabupaten dan kota dengan standar nilai 64, selanjutnya untuk tingkat nasional nilai yang harus dilewati adalah 72.

Kemudian untuk Adiwiyata tingkat mandiri nilai yang harus dilewati juga 72, namun perbedaannya pada tingkat ini sekolah harus membina minimal 10 sekolah pada daerah setempat dan sekolah binaan tersebut lolos dengan nilai 56 pada tingkat kabupaten dan kota.

Sementara Kepala SMPN 2 Batang Anai, Yohendris mengatakan pihaknya bersemangat mengikuti program ini karena seluruh warga sekolah merasakan setelah diterapkannya program adiwiyata itu.

"Saat ini sekolah sudah rindang karena banyak tumbuhan sehingga siswa lebih nyaman," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar