Harapan para nelayan Desa Penyusuk Bangka pada pemerintah daerahnya

id nelayan

nelayan (pixabay.com)

Gempa bumi beberapa waktu lalu merusak pelabuhan tambatan kapal nelayan, sehingga mengganggu aktivitas melaut nelayan
Penyusuk, Bangka (Antara) - Para nelayan tradisional di Desa Penyusuk, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengharapkan pemerintah daerah setempat membangun kembali pelabuhan kapal yang rusak karena gempa bumi di daerah tersebut.

"Gempa bumi beberapa waktu lalu merusak pelabuhan tambatan kapal nelayan, sehingga mengganggu aktivitas melaut nelayan," kata Ketua KUBE Sinar Jaya Desa Penyusuk Akli di Penyusuk, Senin.

Ia mengatakan gempa bumi pada awal tahun ini merusak pelabuhan dan tidak bisa digunakan lagi, sehingga mereka terpaksa menambatkan kapal ke darat.

"Nelayan yang akan melaut terpaksa menunggu air laut pasang, sehingga berdampak terhadap hasil tangkapan ikan nelayan yang berkurang," ujarnya.

Menurut dia pembangunan pelabuhan ini membutuhan dana yang cukup besar sekitar Rp400 juta, agar nelayan bisa kembali beraktivitas dengan normal untuk meningkatkan hasil tangkapan dan kesejahteraan keluarga nelayan.

"Kita sudah mengajukan bantuan pembangunan pelabuhan ini kepada pemerintah daerah dan diharapkan bisa direalisasikan tahun ini," katanya.

Selain itu pihaknya juga telah mengajukan bantuan kepada PT Timah untuk pembangunan pelabuhan yang sangat penting untuk peningkatan ekonomi masyarakat di daerah ini.

"Kami optimis PT Timah bisa membantu nelayan, karena selama ini perusahaan tambang itu selalu membantu masyarakat dalam meningkatkan usaha dan sumber daya manusia nelayan daerah ini," katanya.
Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar