Badan ekonomi kreatif : layar bioskop masih kurang di Indonesia

id bioskop

Badan ekonomi kreatif : layar bioskop masih kurang di Indonesia

Ilustrasi - Layar Bioskop

angka tersebut masih jauh jika dibandingkan dengan salah satu negara tetangga yaitu Korea Selatan yang jumlah layar bioskopnya sudah mencapai sekitar 5.000 layar
Solo, (Antara) - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menyebutkan kalau layar bioskop masih kurang di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Kini jumlah layar bioskop di seluruh Indonesia baru 1.160 layar dan untuk memenuhi sekitar 250 juta penduduk," kata Deputi Infrastruktur Bekraf Indonesia, Hari Santoso Sungkari di Solo, Rabu.

Ia menambahkan angka tersebut masih jauh jika dibandingkan dengan salah satu negara tetangga yaitu Korea Selatan yang jumlah layar bioskopnya sudah mencapai sekitar 5.000 layar.

"Saudi Arabia yang selama ini tidak ada layar bioskop, dalam waktu dekat ini secara langsung juga akan membangun 2.500 layar," lanjutnya.

Terkait hal itu, pihaknya berupaya memfasilitasi baik itu untuk layar bioskop maupun gedung pertunjukan. Sebelum memfasilitasinya, pihaknya akan terlebih dahulu melakukan survei di daerah tersebut.

"Salah satunya untuk mengetahui ada atau tidak komunitas di daerah itu. Kalau tidak maka kami tidak bisa membantu karena kan itu yang bisa menjalankan hanya komunitas dan pebisnis," jelasnya.

Ia mengatakan dalam hal ini pemerintah hanya memfasilitasi karena yang bisa menerima bantuan adalah yang harus berbadan hukum.

Sementara itu, untuk fasilitas bantuan bisa diberikan dalam dua cara, yaitu fisik dan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Ia mengatakan dari sisi fisik yaitu bagaimana Bekraf bisa memfasilitasi pembangunan bioskop dan pertunjukan.

"Dalam hal ini kami tidak membangun gedung tetapi fasilitasi bantuan pemerintah dimana pemilik gedung bisa merenovasi, salah satunya seperti bantuan bioskop pertama di Aceh," katanya.

Sedangkan fasilitasi TIK dalam bentuk "ecommerce" atau toko berbasis daring. Ia mengatakan keberadaan toko berbasis daring ini sangat membantu sektor usaha kecil dan menengah (UKM).

"Dengan menggunakan 'ecommerce' ini mereka tidak harus sewa toko di mal, tidak harus beli toko atau buka kios," lanjutnya.