Langkah Pemkot Pariaman tingkatkan keterampilan perempuan korban KDRT

id Pelatihan korban KDRT

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Pariaman, Alfian Harun menyampaikan materi kepada peserta pelatihan. (Dokumentasi Humas Pariaman)

Pariaman, (Antaranews Sumbar) - Sebanyak 60 perempuan korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Kota Pariaman, Sumatera Barat diberikan pelatihan keterampilan rajutan dan arkelik oleh pemerintah setempat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

"Pelatihan tersebut khusus diberikan kepada korban KDRT sekaligus sebagai kepala keluarga di dalam rumah tangganya," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Pariaman, Alfian Harun, di Pariaman, Senin.

Ia mengatakan pelatihan keterampilan rajutan dan arkelik tersebut ditujukan agar para kaum perempuan tersebut mampu meningkatkan kualitas dan kuantitasnya dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya khusus kaum perempuan yang menjadi korban KDRT dan berstatus sebagai kepala keluarga, harus dibekali kemampuan dan keterampilan sehingga memiliki kepercayaan diri dan bisa meningkatkan ekonominya di tengah masyarakat.

"Jika mereka telah dibekali kemampuan seperti pelatihan rajutan dan arkelik, maka diharapkan mampu menangkap berbagai peluang dari sumber daya alam yang ada," ujar dia.

Sehingga ke depannya para kaum perempuan tersebut bisa menciptakan peluang usaha sendiri dan mensejahterakan anggota keluarganya dari penjualan produk yang dihasilkan.

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dinas P3AKB, Evi Irma mengatakan kegiatan tersebut diikuti oleh 60 perempuan perwakilan dari empat kecamatan yang ada.

Setiap kecamatan mengirimkan 15 perempuan korban KDRT dan sebagai kepala keluarga untuk diberikan pelatihan selama empat hari terhitung dari 26 hingga 29 Maret.

Para peserta katanya, akan diberikan pelatihan dan materi secara langsung oleh Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Perindagkop dan UKM) Pariaman serta tiga orang fasilitator perajin.

"Dengan pelatihan ini diharapkan para kaum perempuan korban KDRT lebih percaya diri dan mampu berdaya saing di tengah masyarakat dengan menghasilkan kerajinan unggulan," katanya.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar