Inilah alasan pembunuhan sadis di Solok sampai tega mengubur korbannya di septic tank

id pembunuhan solok

Inilah septic tank tempat Pariyatin dikuburkan pelaku di Transat, Kelurahan Kampung Jawa, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok. (Antara Sumbar/Tri Asmaini)

Pelaku Awi mengakui tega melenyapkan nyawa korban disebabkan cemburu, karena korban Pariyatin selingkuh dengan istrinya. Korban sempat berniat menikahi istrinya, sehingga membuat Awi emosi
Solok, (Antaranews Sumbar) - Awi Suyatno (41) tersangka pelaku pembunuhan Pariyatin (42) yang jasadnya ditemukan di dalam septic tank di Transat, Kelurahan Kampung Jawa, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok, Sumatera Barat akhirnya mengakui alasan perbuatan sadisnya.

Kapolres Solok Kota, AKBP Dony Setiawan mengatakan dari hasil pemeriksaan, pelaku Awi mengakui tega melenyapkan nyawa korban disebabkan cemburu, karena korban Pariyatin selingkuh dengan istrinya. Korban sempat berniat menikahi istrinya, sehingga membuat Awi emosi.

Sebelumnya dua pelaku masing-masing Awi Suyatno (41) dan Alfredi (17) keduanya perantau asal Pulau Jawa ditangkap polisi ketika berada di Ladang Tebu, Desa Gentong, Kecamatan Dianggu, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur, Kamis (15/3) setelah empat hari pengejaran.

Kapolres menerangkan pelaku Awi membunuh korban dengan cara memukul dengan batu sebanyak enam kali di mulut, kening, kepala belakang dua kali, punggung dan dada. Kemudian memasukkan korban dalam karung dan mengubur korban dalam septic tank.

Baca juga: Empat hari pengejaran, dua pelaku pembunuhan di Solok ditangkap di Mojokerto Jawa Timur

Sedangkan keterlibatan Alfredi membantu Awi mengangkat korban dari lokasi pembunuhan, kemudian memasukkan dan menimbun korban dalam septic tank.

"Pelaku juga mengambil uang tunai milik korban sebanyak Rp660 ribu, dua buah sim card simpati, dan satu unit sepeda motor Yamaha Vixion," ujarnya.

Barang bukti yang dikumpulkan berupa karung plastik putih, satu buah batu, satu cangkul, dua lembar baju anak-anak terdapat bercak darah diduga digunakan pelaku, dan sepasang sendal milik korban.

Tersangka pelaku digiring menuju Mapolres Solok Kota, Jumat (16/3). (Antara Sumbar/Tri Asmaini)


Ia menyebutkan dari hasil otopsi ditemukan satu luka robek pada dahi, tujuh luka robek pada kepala, empat gigi atas patah, tengkorak bagian kanan atas telinga pecah, dan sedikit penumpukan darah pada paru-paru.

"Pencarian pelaku dimulai dari Awi Suyatno dan ponakannya Alfredi yang menempati rumah anak atau menantunya (Riko) menghilang sejak Jumat (9/3). Berdasarkan olah TKP, keterangan saksi, barang bukti yang ditemukan di TKP dan hasil otopsi, pelaku dicurigai lari ke arah Kabupaten Sijunjung, kemudian ke Mojokerto Jawa Timur," ujarnya.

Atas perbuatan tersangka dikenakan pasal 338 KUHP dan pasal 340 KUHP atas tuduhan merampas barang dan nyawa orang lain dengan ancaman hukuman paling sedikit lima belas tahun atau penjara seumur hidup. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar