Bupati Gusmal : Islam dan nilai kebangsaan selaras untuk bangun daerah

id Orasi

Bupati Solok Gusmal saat memberikan orasi ilmiah di UIN Padang (Istimewa)

Arosuka, 18/3 (Antaranews Sumbar) - Nilai-nilai islam dan kebangsaan bisa diselaraskan untuk pembangunan daerah baik fisik maupun mental, kata Bupati Solok, Sumatera Barat Gusmal saat menjadi pemateri seminar "Islam dan Kebangsaan" di Aula UIN Imam Bonjol Padang, Minggu.

Penyelarasan itu bisa dilihat dari produk hukum yaitu Peraturan Daerah yang dihasilkan yang mengakomodasi nilai kearifan lokal, agama dan tujuan kebangsaan.

Salah satunya Perda terkait pendidikan yang dikaitkan dengan syariah yaitu pandai membaca Alquran.

"Peraturan itu seiring otonomi daerah untuk merespon filosofi adat Minangkabau yakni adat basandi syarak-syarak basandi kitabullah (ABS-SBK)," katanya.

Perda tersebut diharapkan bisa mengatasi masalah sosial-religius di Kabupaten Solok yang berhubungan dengan minimnya angka melek huruf Al-Qur’an generasi muda.

Implementasinya institusi pendidikan baik negeri maupun swasta seperti SD, SMP, dan SMA mengharuskan adanya ijazah pandai baca Al-Qur’an bagi calon siswanya bahkan beberapa institusi memasukan materi baca Al-Qur’an ke dalam materi muatan lokalnya.

Pada tatanan informal dalam masyarakat, perubahan ini kembali menghidupkan peran tokoh masyarakat, baik tokoh adat, tokoh agama dalam membangun nagari. Dengan tujuan nantinya menegakan pelayanan kepada masyarakat dalam segala aspek kehidupan.

Adat dan agama di Solok selalu sejalan dan bersinergi dalam mewujudkan masyarakat yang madani dan qur'ani.

Ketua Pelaksana dekan Fakultas Adab dan Humaniora diwakili oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan Dr. Soedarman mengatakan mengambil tema tersebut agar mahasiswamengerti antara islam dengan kebangsaan berjalan dengan seimbang.

"Bupati Solok dihadirkan karena Solok memiliki perda yang sangat erat kaitannya dengan islam dan kebangsaan, ketika membentuk perda dan menjalankan pemerintahannya," ujarnya.*
Pewarta :
Editor: Miko Elfisha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar