Permintaan Wagub Sumut terkait Danau Toba jadi UGC

id Danau toba

Danau Toba. (cc)

Meski  lokasi KJA milik PT Aqua Farm di Huta Panahatan, di Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Simalungun sudah dipindahkan ke Desa Silima Lombu, Samosir, ternyata masih ada KJA masyarakat di Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Simalungun
Medan, (Antaranews Sumbar) - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) melalui Wakil Gubernur (Wagub) setempat, Hj Nurhajizah Marpaung minta usaha keramba jaring apung (KJA) di Danau Toba agar dibersihkan supaya keinginan Geopark Kaldera Toba untuk menjadi UNESCO Global Geopark (UGG) dapat terwujud.

"Asesor UGG akan melakukan penilaian Mei 2018 dan diharapkan KJA yang bisa menjadi masalah bagi GKT (Geopark Kaldera Toba) menjadi UGG," ujarnya di Medan, Selasa.

Nurhajizah yang juga Ketua Percepatan GKT menuju UGG mengaku masih ada KJA yang berada di kawasan yang akan dinilai.

"Meski lokasi KJA milik PT Aqua Farm di Huta Panahatan, di Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Simalungun sudah dipindahkan ke Desa Silima Lombu., Samosir, ternyata masih ada KJA masyarakat di Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Simalungun," katanya.

Kerambah jaring apung (KJA) di Dusun Sualan di Desa Sibaganding Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Simalungun, dilaporkan sangat tidak baik untuk air Danau Toba.

KJA itu merusak lingkungan Danau Toba karena selain tercemar makanan ikan itu (pelet) juga ikan yang mati dibiarkan tetap mengapung di perairan danau itu.

"Pemprov meminta pemkab dan pihak terkait untuk menertibkan KJA yang menimbulkan pencemaran di perairan Danau Toba .Langkah itu untuk kepentingan bersama agar GKT bisa menjadi UGG yang akan menguntungkan masyarakat luas," katanya.

Wakil Gubenur Sumut itu menegaskan, berbagai catatan yang disampaikan tim penilai untuk tercapanya UGG sudah dan terus dilperbaiki.(*)
Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar