Payakumbuh antusias sambut gerakan 200 hafiz Sumbar

id gerakan 2000 hafiz sumbar

Kepala Bagian Kesra, Ul Fakhri Payakumbuh bersama panitia. (jen)

Payakumbuh, (Antaranews Sumbar) - Generasi muda Payakumbuh dan Limapuluh Kota antusias menyambut Gerakan 2000 Hafizh Sumbar, terbukti seleksi untuk ikut dalam kegiatan itu diikuti 400 orang.

"Antusias generasi muda ini menjadi pertanda bangkitnya generasi muda Islam sekaligus menepis anggapan bahwa anak muda Payakumbuh banyak yang pecandu narkoba, LGBT dan isu-isu miring lainnya," kata Kepala Bagian Kesra, Ul Fakhri di Payakumbuh, Selasa.

Seleksi yang dilaksanakan di Masjid Istiqomah Kelurahan Bulakan Balai Kandi Kecamatan Payakumbuh Barat itu dipenuhi generasi muda yang ingin mengasah kemampuan dalam menghafal Alquran.

Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota menjadi tempat kedua pelaksanaan seleksi Gerakan 2000 Hafizh Sumbar setelah Kota Padang Panjang. .

Seleksi Gerakan 2000 Hafizh Sumbar tersebut melibatkan 19 daerah kabupaten/kota yang ada di Sumatera Barat sesuai dengan surat Gubernur Sumbar Nomor 451/168/BMK-2018 tanggal 28 Februari 2018 perihal Partisipasi dan dukungan Program Duta Qur'an Indonesia dan Islamic Tourism Education and Culture.

"Pemerintah Kota Payakumbuh sangat menyambut baik pelaksanaan Gerakan 2000 Hafizh Sumbar karena bisa memajukan dan mencerdaskan kehidupan bangsa melalui Al Qur'an dan Generasi Berbasis Qur'an sangat sejalan dengan Visi dan Misi Walikota Payakumbuh Riza Falepi dan Wakil Walikota Erwin Yunaz," katanya.

Puncak kegiatan nantinya akan dihadiri para duta besar dari negara-negara Islam di Timur Tengah seperti Saudi Arabia, Jordania, Kuwait dan Sudan.

"Mudah-mudahan kegiatan ini mampu melahirkan hafizh-hafizh terbaik di Kota Payakumbuh yang akan menjadi duta peradaban Islam dan membawa nama baik Kota Payakumbuh ditingkat yang lebih tinggi," ujarnya.

Puncak kegiatan akan dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 27 April 2018 di Kampus Universitas Baiturrahmah, Kota Padang.***
Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar