Pupuk kompos kian diminati petani di Banda Aceh

id pupuk

Petani di lahan pertanian. (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)

Setiap hari menyediakan 500 sak (ukuran kantongan sekitar 15 hingga 20 kilogam) yang sudah ada pembelinya
Banda Aceh, (Antaranews Sumbar) - Pupuk kompos (buatan) dari kotoran sapi untuk penyubur tanaman kian diminati petani Banda Aceh, terlihat dari permintaan terhadapnya terus meningkat sehingga para pedagangnya makin kewalahan memenuhinya.

"Pembeli pupuk tiap hari terus bertambah, sehingga kami agak kewalahan," ujar Fajri yang didampingi temannya Mariana saat mengolah kompos di lokasi penjualan bunga dan tanaman, Mekar Sari di kawasan Taman Sari Banda Aceh, Selasa.

Menurutnya dia setiap hari menyediakan 500 sak (ukuran kantongan sekitar 15 hingga 20 kilogam) yang sudah ada pembelinya.

"Pembeli terus bertambah setiap hari, sedangkan sebelumnya hanya laku paliang banyak 200 kantong," sebut Fajri.

Ia menambahkan walau permintaan banyak, harga jual pupuk per sak kepada pembeli tidak naik, tetap seperti biasa per sak Rp6.000.

Karena tingginya permintaan pupuk, Fajri dan Mariana harus mengolah kotoran sapi dalam dua hari sebanyak ukuran dua bak motor colt diesel. "Setelah diolah dapat menghasilkan sekitar 500 hingga 600 kantong," ujarnya.

"Kotoran sapi yang sudah lama yang hampir seperti tanah, kita olah pakai sekam padi," ungkapnya.

Pengelola usaha penjualan bunga dan tanaman, Mekar Sari, Astuti menyebutkan meningkatnya permintaan kompos dari kotoran sapi, karena sudah seperti tanah.

"Pembeli lebih suka pupuk dari kotoran sapi, karena kita olah sampai menjadi seperti tanah, sehingga sangat bagus untuk menyuburkan tanaman bunga dan tanaman lainnya," katanya.

Ia menyebutkan, pembeli pupuk bukan hanya dari Banda Aceh, juga dari Lamno (Kabupaten Aceh Besar), Meulaboh (Kabupaten Aceh Barat) dan Kabupaten Aceh Selatan.

"Mereka ada yang menjual lagi dengan harga Rp15 ribu per sak," katanya.

Kotoran sapi dibelinya dari kandang peternak di Montasik, Aceh Besar. "Kita sekali beli dua bak motor colt dengan harga Rp300 ribu/bak," ujarnya. (*)
Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar