Sumbar targetkan 50 sekolah raih adiwiyata tingkat provinsi pada 2018

id sekolah adiwiyata

Pemanfaatan barang bekas merupakan salah satu penilaian sekolah adiwiyata. (Antarasumbar/Noviaharlina)

Pada 2017 sebanyak 48 sekolah sudah meraih adiwiyata provinsi, untuk 2018 kami targetkan naik
Padang, (Antaranews Sumbar) - Pemerintah Sumatera Barat menargetkan 50 sekolah meraih penghargaan adiwiyata tingkat provinsi pada 2018 sebagai bentuk partisipasi dunia pendidikan dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hidup.

"Pada 2017 sebanyak 48 sekolah sudah meraih adiwiyata provinsi, untuk 2018 kami targetkan naik," kata Kepala Seksi Peningkatan Kapasitas Dinas Lingkungan Hidup Sumbar, Dasril di Padang, Rabu.

Menurutnya 50 sekolah itu mulai dari SD, SMP, dan SMA baik negeri maupun swasta di Sumbar. Saat ini pihaknya sedang melakukan persiapan tim untuk penyeleksian sekolah yang akan direkomendasikan bupati dan wali kota di Sumbar.

Ia menjelaskan tujuan dari program adiwiyata ialah menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah untuk menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah.

Sehingga, tambahnya sekolah tersebut turut bertanggung jawab dalam upaya-upaya penyelamatan lingkungan hidup serta pembangunan berkelanjutan.

Menurutnya secara umum ada empat kriteria yang dinilai pada sekolah adiwiyata, yaitu kebijakan sekolah yang berwawasan lingkungan, kurikulum yang mengaitkan antara mata pelajaran dengan lingkungan.

Selanjutnya partisipasi sekolah dalam mengikuti kegiatan lingkungan hidup dan sarana prasarana yang ada di sekolah seperti tempat sampah pilah, alat pengomposan, apotek hidup, taman sekolah.

Kemudian untuk 2017 sekolah yang meraih adiwiyata di Sumbar, sebanyak 86 sekolah atau mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya yakni 79 sekolah.

"Dari tahun ke tahun jumlah sekolah peraih adiwiyata yang dinilai sudah mampu membudayakan peduli lingkunagn terus meningkat," kata Dasril.

Ia menyebutkan 86 sekolah yang meraih adiwiyata tersebut terbagi dalam tiga tingkatan, yakni tingkat provinsi 48 sekolah, nasional 28 sekolah dan mandiri 10 sekolah.

Menurutnya sejak ada program adiwiyata tingkat provinsi pada 2010, yang mengikuti dan meraih penghargaan adiwiyata hanya lima sampai 10 sekolah, namun sekarang sudah mencapai 50 hingga 80 sekolah.

Hal ini, lanjutnya tidak terlepas dari komitmen kepala daerah mulai dari gubernur, bupati dan wali kota untuk mendorong sekolah-sekolah agar menerapkan program adiwiyata.

Jika kepala daerah sudah berkomitmen, ujar dia maka seluruh elemen di bawahnya akan mengikuti dan melaksanakannya dengan baik. Sumbar merupakan salah satu daerah yang dinilai komitmen dalam penerapannya, katanya. (*)

Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar