Kopertis X minta penerima hibah penelitian hasilkan produk terbarukan yang bermanfaat

id Herri

Koordinator Kopertis X Herri. (ANTARA SUMBAR/ M R Denya Utama)

Kita ada 250 kampus dan lebih 9.000 dosen, dan yang mendapat hibah lebih dari 700 orang, setidaknya muncul inovasi baru
Padang, (Antaranews Sumbar) - Koordinator Kopertis wilayah X Prof Herri meminta dosen kampus swasta di Sumbar, Riau, Jambi dan Kepulauan Riau penerima hibah penelitian dan pengabdian masyarakat dari Kemenristekdikti untuk inovatif dan solutif.

"Artinya penelitian dan pengabdian itu menghasilkan produk terbarukan dan bermanfaat," kata dia di Padang, Senin.

Menurutnya dengan penandatanganan kontrak pada Kamis (15/2) lalu menjadi awal bagi dosen memikirkan dan menciptakan keluaran penelitian yang dapat dipertanggung jawabkan.

Dalam hal ini dosen dituntut terus memperbarui informasi terkait perkembangan yang terjadi di dunia dan menggali potensi untuk menyelesaikan persoalannya.

Baca juga: Kopertis X Dorong Dosen Kampus Swasta Perbanyak Manfaatkan Hibah Penelitian

Penelitian atau pengabdian tersebut harus bernilai bukan semata mengejar capaian jurnal bereputasi namun juga menghasilkan paten.

Terlebih dalam hibah terdapat tujuan tertentu yang sasarannya menyejahterakan masyarakat.

Apapun bidangnya, tambahnya tujuannya tetap sama dalam memberikan solusi dari persoalan di tengah masyarakat.

"Kita ada 250 kampus dan lebih 9.000 dosen, dan yang mendapat hibah lebih dari 700 setidaknya muncul inovasi," ujar dia.

Baca juga: Kopertis X Perkuat Kesempatan Dosen Mendapat Dana Hibah Penelitian

Ke depan Kopertis juga akan melakukan pengawasan dan kinerja dari penelitian dan pengabdian masyarakat tersebut.

Dengan Kopertis akan mengevaluasi kepantasan dosen dan kampus penerima hibah sekaligus dapat melihat potensi yang muncul.

Saat ini kata dia Kopertis X memiliki layanan secara daring untuk konsultasi penelitian atau pengabdian masyarakat tersebut.

Hal ini dapat terlihat di laman daring kopertis10.or.id.

Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar