Pesona keindahan bawah laut Pulau 0 Kilometer Indonesia buat wisatawan takjub

id bawah laut

Salah satu destinasi bahari. (Foto Antara Sumbar/Wahdi Septiawan)

Saya kagum setelah menyaksikan keindahan koral atau terumbu karang bawah laut di perairan Pulau Sabang dan banyak wisatawan asing lainnya juga mengaku terpesona
Sabang, Aceh, (Antaranews Sumbar) - Pesona keindahan panorama bawah laut Pulau Sabang yang juga disebut lokasi titik 0 kilometer Indonesia di Provinsi Aceh, membuat sejumlah wisatawan domestik maupun mancanegara takjub.

"Saya kagum setelah menyaksikan keindahan koral atau terumbu karang bawah laut di perairan Pulau Sabang dan banyak wisatawan asing lainnya juga mengaku terpesona ," kata Pemilik Usaha Diving Monster Divers asal Spanyol, Sergi di Pantai Gapang Resort Gampong (desa), Iboih, Sabang, Minggu.

Sergi mengakui sudah tujuh tahun tinggal di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dan sudah berulang kali melakukan penyelaman di bawah laut pulau terluar paling ujung barat Indonesia.

"Tidak terhitung lagi berapa kali saya sudah menyelam dan setiap tahun kunjungan wisatawan asing khususnya yang melakukan aktivitas wisata diving meningkat," tutur warga Catalan itu.

Menurut warga Catalan itu, pulau terlaur paling ujung barat Sumatera yang di apit Selat Malaka dan Samudera Hindia memiliki banyak lokasi penyalaman dengan kedalaman dari 20 sampai dengan 60 meter.

"Sangat banyak sport diving di Sabang dan kedalamannya dari 20 sampai 60 meter dan masing-masing sport diving tersebut punya keunikan atau keindahan tersendiri yang mampu memikat para pencinta divers dunia," ungkap Sergi.

Informasi yang dihimpun, Kawasan Strategis Priwisata Nasional (KSPN) memiliki 20 lebih lokasi penyelaman terbaik yang tersebar di pulau paling ujung barat Indonesia dan sudah diselami ribuan para penyelam belahan dunia.

Lokasi penyelaman tersebut meliputi, bangkai Kapal Jerman (Sophie Rickmers), Batee Dua Gapang, Batee Meuroron, Batee Meuduro, Batee Tokong, Batee Gla, Rubiah Utara, Rubiah Seagarden, Pante Peunateung, Pante Seuke, Pante Ideu, Long Angen atau Pantee Gua, Limbo Gapang, Arus Balee, Seulako Drift.

Kemudian, Sumur Tiga, Anoi Itam, Wreck Tugboat, Pulau Rondo, dan mobil karang. Lokasi penyelaman ini semua sudah diselami oleh para penyelam dari belahan dunia dan hampir saban hari wisatawan asing sangat mudah didapatkan seperti di Pantai Iboih, Gapang, dan Pantai Sumur Tiga.

Baca juga: Jumlah kunjungan turis asing ke Pulau 0 KM Indonesia turun 39,91 persen, ini penyebabnya

Sebelumnya, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar RI) mengakui bahwa keindahan yang mempesona dari kehidupan bawah laut (underwater world) kawasan Sabang di ujung barat Nusantara sudah terkenal sebagai tujuan wisata bahari yang mendunia.

"Sabang dikenal dengan underwater world-nya dan tempat ideal untuk melakukan aktivitas diving serta snorkeling," kata Wakil Ketua Tim Percepatan Pembangunan Pariwisata Bahari Kemenpar RI Asep Muhammad ketika berkunjung ke Sabang baru ini.

Ia mengakui, para wisatawan domestik dan internasional terpukau ketika menyaksikan aquarium raksasa di kepalauan ujung negeri yang dihuni jutaan biota laut.

"Para wisatawan yang diving dan snorkeling menyaksikan aquarium raksasa ciptaan Allah SWT yang dihuni jutaan biota laut dipastikan senang berwisata ke Sabang," katanya.

Tim Percepatan Pembangunan Pariwisata Bahari Kemenpar RI berharap masyarakat setempat harus berperan aktif ikut menjaga sekaligus memelihara terumbu karang yang ada di bawah laut Pulau Weh.

"Masyarakat harus menjaga biota laut Sabang dan jangan sampai rusak, alam dan ekosistemnya, karena itu akan berpengaruh pada pariwisata," ujar Tim Percepatan Pembangunan Pariwisata Bahari Kemenpar RI.

Baca juga: Wali Kota : Sabang Pulau Terbaik Di Dunia

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar