Sumbar butuh dukungan Kementerian ESDM capai target rasio elektrifikasi, kata gubernur

id Irwan Prayitno

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. (Antara Sumbar/Miko Elfisha)

Kita sudah punya Rencana Umum Ketenagalistrikan Daerah (RUKD) dan Rencana Umum Energi Daerah (RUED) dengan target 100 persen Rasio Elektrifikasi Sumbar pada 2021. Untuk merealisasikannya tentu butuh dukungan semua pihak
Padang, (Antaranews Sumbar) - Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengatakan daerah itu butuh dukungan semua pihak terutama Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk merealisasikan target elektrifikasi 100 persen pada 2021.

"Kita sudah punya Rencana Umum Ketenagalistrikan Daerah (RUKD) dan Rencana Umum Energi Daerah (RUED) dengan target 100 persen Rasio Elektrifikasi Sumbar pada 2021. Untuk merealisasikannya tentu butuh dukungan semua pihak," kata dia di Padang, Selasa.

Ia mengatakan itu saat penandatanganan kesepahaman antara Pemprov Sumbar dengan Badan Penelitian Energi Sumber Daya Mineral Kementerian ESDM di Padang.

Menurutnya Sumbar memiliki potensi besar dalam bidang energi terutama energi terbarukan hingga bisa disebut sebagai lumbung energi hijau. Hal itu juga telah tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016-2021.

Setiap tahun Pemprov Sumbar mengalokasikan dana pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang bersumber energi terbarukan seperti Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) dan Pembangkit Tenaga Surya (PLTS).

Saat ini telah dibangun 160 PLTMH dengan kapasitas terpasang 2,98 MW yang menerangi 13.319 rumah dipedesaan dan PLTS terpusat senbanyak 34 unit dengan kapasitas 1,6 MWp menerangi 5.975 rumah di pedesaan yang tersebar di kabupaten dan kota di Sumbar.

Meski demikian tetap dibutuhkan dukungan untuk mempercepat realisasi target yang ditetapkan.

"Kita berharap Balitbang ESDM sebagai lembaga yang memiliki kemampuan dalam penelitian dan pengembangan serta rekayasa teknologi, pengkajian dan survei energi dan sumber daya mineral untuk membantu akselerasi target itu," kata dia.

Sementara itu Kepala Balitbang Kementerian ESDM, Sudias Toto mengatakan saat ini semua Puslitbang yang ada di lingkungan Badan Litbang ESDM telah menyandang status Badan Layanan Umum (BLU) hingga dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, antara lain meningkatkan ketersediaan listrik khusus energi bersih dan berkelanjutan serta mampu memberikan jawab teknologi yang diperlukan masyarakat.

BLU Balintang ESDM sedang melakukan kerjasama dengan Unand untuk mengembangkan potensi PLTMH, sejak Juli 2017 di lingkungan kampus Unand dengan kapasitas terpasang 400 kW.

"Itu akan menjadi laboratorium dalam melakukan riset yang terkait dengan pembangkit tenaga listrik dari air. Diharapkan Unand dapat melahirkan sarjana maupun pebisnis pembangkit listrik yang tangguh" katanya.

Ikut hadir dalam acara itu staf ahli Mentri ESDM Bidang Lingkungan dan Tata Usaha, tenaga Ahli Mentri ESDM Bidang Litbang, dan Rektor Universitas Bung Hatta Padang. (*)

Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar