Perumahan bagi pensiunan ASN digarap REI

id Perumahan

Perumahan. (Antara)

Pengembang anggota REI tidak akan menolak apabila calon konsumennya berusia sudah memasuki pensiun atau sudah pensiun sekalipun, asalkan sudah mengantongi rekomendasi dari PT Taspen dan pembiayaan didukung BTN atau pun Bank Mandiri Taspen
Jakarta, (Antaranews Antara) - Para pensiunan aparatur sipil negara (ASN) yang belum memiliki rumah akan dapat memiliki perumahan yang digarap Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) dan mendapat dukungan PT Taspen (Persero) dan pembiayaan Bank BTN dan PT Bank Mandiri Taspen.

"Pengembang anggota REI tidak akan menolak apabila calon konsumennya berusia sudah memasuki pensiun atau sudah pensiun sekalipun, asalkan sudah mengantongi rekomendasi dari PT Taspen dan pembiayaan didukung BTN atau pun Bank Mandiri Taspen," kata Ketua Umum DPP REI Soelaeman Soemawinata saat penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Penyediaan Hunian bagi Peserta Taspen di Jakarta, Senin.

Penandatanganan dilakukan Soelaeman Soemawinata, Direktur Utama Taspen Iqbal Latanro, Direktur Utama BTN Maryono dan Direktur Utama Bank Mantap Josephus K Triprakoso.

Menurut Eman, sapaan akrab Ketua Umum DPP REI, sinergi empat pihak tersebut diharapkan dapat memfasilitasi pengadaan hunian bagi para pensiunan yang belum memiliki rumah.

"Masyarakat Indonesia, walaupun sudah memasuki usia pensiun, tetap memiliki hak yang sama dalam bermukim. Sama-sama berhak untuk punya rumah." tegasnya.

DPP REI sendiri mencanangkan pembangunan rumah pada 2018 sebanyak 250.000 unit rumah bersubsidi dan 200.000 unit rumah nonsubsidi, sedangkan realisasi pembangunan perumahan bersubsidi pada 2017 mencapai 216.000 unit rumah.

Selain dengan Taspen, DPP REI juga telah bekerja sama dengan Korpri untuk penyediaan rumah bagi prajurit TNI dan Polri melalui MoU bersama Yayasan Kesejahteraan Pendidikan dan Perumahan (YKPP).

Sementara itu, Direktur Utama Taspen Iqbal Latanro mengatakan, skema kredit khusus diberikan kepada peserta Taspen yang masih aktif, menjelang pensiun atau sudah masuk masa pensiun. Selama ini para pensiunan tak dapat mengajukan KPR (kredit pemilikan rumah) karena terbentur aturan batas usia.

Skema ini memungkinkan masa angsuran yang panjang hingga nasabah berusia 70 tahun, sehingga peserta Taspen bisa diringankan dalam membayar uang muka atau cicilan.

"Taspen menerapkan mekanisme repayment capacity yang lebih longgar dimana pensiunan Rp4,5 juta per bulan diperkenankan untuk memiliki angsuran KPR hingga maksimal Rp3 juta karena dia sudah pensiun," jelas Iqbal.

Senada dengan itu, Dirut Bank BTN Maryono mengharapkan kerja sama ini jangka panjang karena pendanaannya juga bersifat jangka panjang.

"Kami menargetkan dengan kerja sama ini bisa pertumbuhan kredit BTN hingga 30 persen dari total KPR yang disalurkan," kata Maryono.

Menurut Maryono, saat ini tercatat sebanyak 6,7 juta peserta Taspen dimana sebagian diantaranya sudah menjadi nasabah di BTN.

"Kalau rata-rata peserta Taspen menabung di BTN minimal Rp1 juta per orang, maka bisa terjaring dana masyarakat hingga Rp670 miliar. Jumlah itu bisa menambah dana murah sehingga menambah 'cost of fund' BTN secara keseluruhan," ujar Maryono.(*)

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar