Padang integrasikan didikan subuh dengan kepramukaan dan pengenalan alam terbuka

id Mahyeldi Ansharullah

Padang integrasikan didikan subuh dengan kepramukaan dan pengenalan alam terbuka

Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah. (Antara Sumbar MR Denya Utama)

Kami telah bekerja sama dengan pramuka tingkat nasional terkait ini, tinggal TPA atau TPQ menindaklanjuti dengan kwarcab yang ada
Padang, (Antaranews Sumbar) - Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat, mengintegrasikan program "Didikan Subuh", yakni pembelajaran keagamaan pada waktu subuh untuk siswa SD sederajat dengan pendidikan berbasis pramuka dan pengenalan alam terbuka.

"Kami telah bekerja sama dengan pramuka tingkat nasional terkait ini, tinggal TPA atau TPQ menindaklanjuti dengan kwarcab yang ada, " kata Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah di Padang, Senin.

Dia menyebutkan sistem ini dilakukan juga dengan melibatkan warga yang merupakan pembina pramuka untuk aktif dalam kegiatan didikan Subuh.

Dalam hal ini kegiatannya tetap didikan Subuh, namun dibumbui dengan prinsip dalam kepramukaan misalnya tepuk pramuka dalam didikan Subuh jadi tepuk anak soleh.

Kemudian peserta diajak ke lapangan atau alam selain belajar agama dan membaca Al Quran sebagai representasi kegiatan pramuka.

Integrasi ini, kata Mahyeldi, sebagai upaya penguatan pendidikan karakter generasi muda khususnya dalam menciptakan kaderisasi kepemimpinan.

Dengan menggabungkan ajaran agama dan jiwa kepemimpinan pramuka diharapkan lahir pemuda berkarakter cerdas, bijaksana, tegas dan bertakwa.

"Kami segera mengarahkan para lurah dan camat untuk menindaklanjuti program tersebut, " kata dia.

Ini masih bagian dari tujuan pemerintah menyiapkan generasi emas dan bonus demografi pada 2040.

Sebelumnya telah berjalan program Tahfiz Al Quran dan 18-21 sebagai penguatan pembinaan generasi muda dalam tatanan keluarga.

Rencananya integrasi tersebut dimulai bulan ini dan seterusnya setiap kegiatan didikan subuh di semua mushalla dan masjid akan berbasis pendidikan pramuka. (*)

Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar