Wali Kota : setiap lahan berpotensi, mari kita olah

id Zul Elfian,Kota Solok

Kawasan mina padi di Solok. (ANTARA SUMBAR/Tri Asmaini)

Solok, (Antaranews Sumbar) - Walikota Solok, Sumatera Barat Zul Elfian mengingatkan kepada masyarakat terutama petani agar tidak membiarkan lahan kosong tidak terolah karena akan mengurangi produksi pertanian seperti beras di daerah tersebut.

"Jangan sampai ada lahan yang kosong di Kota Solok, karena setiap lahan berpotensi untuk menghasilkan," kata Zul Elfian di Solok saat acara tulak bala di Lukah Pandan, Rabu.

Ia menyebutkan seperti kawasan hamparan sawah solok yang kemudian bisa dijadikan kawasan agrowisata dalam bidang pertanian dengan dibuatkan pondok pondok lesehan, kawasan mina padi, dan tugu sawah Solok.

Dengan banyaknya lahan produktif akan menjadi potensi meningkatkan ekonomi petani juga dapat dijadikan kawasan agrowisata jika tanaman yang menghasilkan bagus.

Menurutnya, Kawasan Payo yang sedang dikembangkan untuk menjadi kawasan agrowisata memiliki banyak keunggulan yang dapat ditonjolkan nantinya, seperti kebun bunga krisan, kebun kopi dan lainnya.

"Kami berusaha untuk membuat Solok juga terkenal dengan pertanian tidak hanya dari berasnya, tetapi tanaman buah buahan dan lainnya, seperti kampung durian yang coba kita kembangkan disini," ujarnya.

Untuk itu Dinas Pariwisata dan pertanian perlu bekerja sama untuk mewujudkan Kota Solok sebagai kota yang dikunjungi, bukan persinggahan saja.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Solok Yutris Chan mengatakan pemerintah juga memerlukan masukan, saran dari petani untuk mengembangkan kawasan agrowisata ini.

"Pengembangan kawasan agrowisata dari goro badunsanak yang dilakukan bersama sangat saya apresiasi, dan hendaknya berlanjut," ujarnya.

Ia menyebutkan kawasan agrowisata sawah Solok masih membutuhkan mushala dan toilet agar masyarakat luar daerah yang berkunjung tidak kesulitan jika ke tempat tersebut.

Sawah Solok hendaknya nanti bernilai ekonomi dengan membuka usaha makanan bagi masyarakat dan menumbuhkan pariwisata Kota Solok. (*)

Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar