Dongkrak harga gambir, Pesisir Selatan bakal uji katekin

id gambir,katekin gambir

Petani menjemur gambir di Kecamatan Sutera, Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Selasa (9/1). (ANTARA SUMBAR / Didi Someldi Putra)

Dengan diketahuinya kadar katekin maka negosiasi harga bisa dilakukan berdasarkan kadar itu. Saat ini patokan negosiasi belum jelas.
Painan, (Antaranews Sumbar) - Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, akan menguji kadar katekin yang terkandung di dalam gambir produksi petani daerah setempat untuk meningkatkan harga komoditas itu.

"Dengan diketahuinya kadar katekin maka negosiasi harga bisa dilakukan berdasarkan kadar itu. Saat ini patokan negosiasi belum jelas," kata Kepala Bidang Perkebunan, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan setempat, Andi Masri di Painan, Rabu.

Katekin adalah segolongan metabolit sekunder yang secara alami dihasilkan oleh tumbuhan dan termasuk dalam golongan flavonoid.

Selain itu, ujarnya, dokumen uji katekin bisa dimanfaatkan oleh petani melalui kelompok ataupun koperasi untuk menawarkan produk gambir mereka ke perusahaan-perusahaan pengelola gambir.

"Tidak menutup kemungkinan melalui dokumen uji katekin petani melalui organisasinya bisa membuat kontrak kerjasama dengan perusahaan pengelola gambir dalam hal kesiapan petani dalam memasok getah gambir," ujarnya.

Ia menambahkan kendati belum diketahui kadar katekin, gambir produksi petani Pesisir Selatan pernah dibeli dengan harga di atas Rp100 ribu per kilogram oleh pedagang pengumpul.

"Itu di tingkat pedagang pengumpul, jika petani waktu itu memiliki jaringan menjualnya ke pedagang besar maka harganya akan jauh lebih mahal," katanya.

Menurutnya uji katekin sesuai rencana dilakukan melalui anggaran perubahan 2018, namun jika tidak maka akan dilaksanakan melalui anggaran 2019.

"Dalam waktu dekat kami akan terlebih dahulu melakukan uji rendemen atau minyak yang dihasilkan tandan buah segar kelapa sawit milik pekebun mandiri," katanya lagi.

Tujuan uji rendemen sama dengan uji kadar katekin yaitu untuk meningkatkan harga jualnya, mewujudkannya pihaknya telah menyediakan anggaran sebesar Rp152 juta.

Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan setempat mencatat luas gambir secara keseluruhan di daerah itu mencapai 14.313 hektare dengan total produksi 2017 sebanyak 6.798,6 ton.

Lahan tersebut menyebar di Kecamatan Koto XI Tarusan, Bayang, IV Jurai, Batang Kapas, Sutera, Lengayang, Ranah IV Hulu Tapan dan Linggo Sari Baganti. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar