Kereta Api dan Damri akan melayani angkutan wisatawan dengan tiket satu harga ke Danau Toba

id danau toba

Danau Toba. (cc)

Medan, (Antaranews Sumbar) - PT Kereta Api Indonesia atau KAI dan Damri akan bekerja sama untuk melayani angkutan wisatawan dari Medan ke Danau Toba pulang pergi.



Direktur Industri Pariwisata dan Kelembagaan Kepariwisataan Badan Otorita Danau Toba (BODT) M Rommy Fauzi, di Medan, Minggu, mengatakan langkah itu merupakan respons cepat pemerintah dalam penyediaan jasa angkutan wisatawan ke Danau Toba.

"Sebelum ada investasi baru membangun rel kereta api dari Pematangsiantar ke Danau Toba, Simalungun, maka kerja sama KAI dan Damri dinilai solusi yang tepat," ujar Rommy.

Memurut rencana, KAI akan mengoperasikan kereta premium rute Lubukpakam-Pematangsiantar dan Bus Damri akan mengantar wisatawan ke kawasan Danau Toba.

Direncanakan, katanya lagi, tarif tiket kereta api nantinya ditetapkan dalam satu harga bersama Bus Damri ke Danau Toba

"Langkah itu untuk mendukung pengembangan kawasan wisata Danau Toba, Sumut yang sudah ditetapkan sebagai salah satu destinasi wisata utama Indonesia," katanya lagi.

Rommy menegaskan selain menyiapkan sarana kereta api dan Damri, pemerintah sudah melakukan berbagai program untuk mendukung kawasan Danau Toba, seperti menjadikan Bandara Silangit menjadi bandara internasional.

"Pemerintah sudah menargetkan bahwa di 2019, kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak satu juta orang," katanya.

Humas PT KAI Divre Sumut Sapto Hartoyo menyebutkan belum ada lagi keputusan dari kantor pusat KAI soal kedatangan rangkaian kereta api premium untuk ke Pematangsiantar. "Manajemen KAI Sumut masih menunggu," katanya.

Vice President KAI Divre Sumut Aslikan sebelumnya mengatakan, pengadaan kereta premium itu sedang dalam proses lelang dengan harapan bisa segera selesai dan dikirim ke Sumut untuk dioperasikan.

Pada tahap awal kereta api premium akan melayani Lubukpakam-Pematangsiantar dengan masing-masing dua kali perjalanan dari satu kali dewasa ini. (*)

Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar