Wujudkan sebagai destinasi wisata halal, Banda Aceh bakal bangun pusat zikir

id zikir,wisata halal,banda aceh

Ilustrasi - Warga mengikuti zikir dan doa bersama di Masjid Jamik Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh. (ANTARA FOTO/Rahmad/Asf/ama/14. )

Banda Aceh, (Antaranews Sumbar) - Pemerintah Kota Banda Aceh berencana membangun pusat zikir dan "islamic center" yang mampu menampung puluhan ribu orang. Pusat zikir yang pembangunannya dimulai tahun ini bakal menampung 30.000 jamaah.

"Kami akan membangun pusat zikir yang mampu menampung 30 ribu lebih jamaah. Jamaah itu nantinya dari berbagai negara Islam dunia," kata Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman di Banda Aceh, Jumat (19/1).

Aminullah menyebutkan "islamic center" dan pusat zikir tersebut mulai dibangun pada 2018, diawali dengan penimbunan lokasi.

Pembangunan pusat zikir dan "islamic center" tersebut diperkirakan menghabiskan anggaran Rp200 miliar.

Wali Kota Usman menyebutkan pembangunan pusat zikir yang rencananya diberi nama "Nurul Arafah" itu sejalan dengan program pemerintah kota dalam mengembangkan wisata religi di Ibu Kota Provinsi Aceh tersebut.

"Kami bertekad menjadikan Kota Banda Aceh sebagai pusat zikir di Indonesia dan diyakini mampu menarik jamaah zikir nusantara maupun dari seluruh dunia," ungkap Aminullah.

Pembangunan pusat zikir, kata dia, merupakan upaya Pemerintah Kota Banda Aceh mengembangkan wisata islami dan upaya pemkot mewujudkan Banda Aceh sebagai destinasi pariwisata halal dunia.

"Kebesaran sejarah, budaya, kulinernya, hingga adat istiadat masyarakat Banda Aceh dan Aceh pada umumnya yang bernafaskan islami menjadi modal bagi kami," ungkap Aminullah.

Dengan berkembangknya pariwisata religi, lanjut dia, akan menyerap banyak tenaga kerja sehingga akan mampu mengatasi persoalan kemiskinan dan pengangguran di Kota Banda Aceh itu.

"Apalagi sekarang ini pariwisata Banda Aceh memiliki prospek sangat menjanjikan, di mana kunjungan wisatawan, baik nusantara maupun mancanegara, meningkat setiap tahunnya," kata Aminullah Usman. (*)

Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar