Kopertis X dorong kampus swasta tingkatkan penguasaan teknologi

id Kopertis X,Teknologi,Prof Herri

Koordinator Kopertis X Prof Dr Herri. (Herri) (Herri/)

Padang, (Antaranews Sumbar) - Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) wilayah X mendorong kampus di bawah pengendaliannya untuk meningkatkan penguasaan teknologi di segala sektor.

"Kampus di Indonesia masih kalah bersaing dari luar negeri termasuk dalam hal teknologi, ini perlu diperhatikan, " kata Koordinator Kopertis X Prof Herri di Padang, Jumat (19/1).

Dalam hal ini Kemenristekdikti melalui Kopertis terus melakukan sosialisasi sekaligus pelatihan kepada sumber daya manusia kampus dalam penguasaan teknologi. Pelbagai pelatihan itu, misalnya pelatihan surat elektronik atau "e-office", jurnal dalam jaringan, hingga akreditasi dalam jaringan.

Hanya saja, kata Herri, pelatihan kepada dosen dan pengelola informasi teknologi harus dibarengi dengan kesiapan sarana prasarana di kampus, seperti jaringan internet, telepon, perangkat komputer, proyektor, dan ruangan representatif. Namun, imbuhnya saat ini masih banyak kampus yang secara minim melakukan alih teknologi tersebut.

"Sebentar lagi kuliah tidak harus tatap muka, melalui kelas jauh bisa dilaksanakan ini tantangan bagi kampus di Indonesia, " ujarnya.

Bagi kampus, katanya, untuk memperkuat pengelolaan teknologi bukan hanya mempertahankan sumber daya yang ada namun juga mencari tenaga yang kompetitif. Namun hal itu dikembalikan pada kemampuan yayasan atau pengelola kampus dalam mengakomodasinya.

Ia mengemukakan kalangan dosen juga perlu didorong untuk meningkatkan kemampuannya, bukan hanya keterampilan mengajar tatap muka namun juga jarak jauh.

"Sebab kemungkinan itu akan terjadi tentu harus disiapkan mengajar cara telekonferensi," katanya.

Pengamat bidang pendidikan tinggi dari Universitas Andalas (Unand) Padang Dr Ade Djulardi menilai perkembangan teknologi saat ini memaksa kampus bergerak dan berubah cepat.

Mereka, katanya, tidak hanya bergerak dengan mengikuti perubahan aturan yang berlaku di Indonesia namun juga terampil dalam memunculkan inovasi atau pembaruan dengan inisiatifnya.

"Baik pimpinan maupun dosen dituntut menciptakan karya kreatif dan profesional dengan penguasaan teknologi yang kompetitif," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar