Harga Beras di Agam Naik Rp100 Per Kilogram

id Harga Beras,Beras Agam

Seorang petani berjalan di pematang sawah di Kabupaten Agam, Rabu (17/1). (ANTARA SUMBAR/Yusrizal)

Lubukbasung, (Antaranews Sumbar) - Harga seluruh jenis beras di pasar tradisional di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, naik rata-rata sebesar Rp100 per kilogram sejak empat hari lalu.

"Hasil pemantauan Dinas Pertanian harga semua jenis beras di pasar tradisional di Agam naik, tapi tidak signifikan," kata Sekretaris Dinas Pertanian Agam, Arief Restu di Lubukbasung, Rabu (17/1).

Harga beras kualitas medium dengan jenis Batang Pasaman Rp11.900 per kilogram dan harga sebelumnya Rp11.800 per kilogram.

Sedangkan harga beras kualitas premium dengan jenis IR 42 Rp13.000 per kilogram dan harga sebelumnya Rp12.900 per kilogram, beras benang pulau Rp13.000 per kilogram dan harga sebelumnya Rp12.900 per kilogram dan lainnya.

"Harga beras tidak mengalami kenaikan cukup signifikan di daerah itu," tambahnya.

Selain harga padi, ujarnya harga gabah kering giling di tingkat petani juga mengalami kenaikan Rp100 per kilogram untuk masing-masing jenis seperti, Batang Pasaman dari Rp10.600 menjadi Rp10.700 per kilogram, IR 42 dari Rp12.100 menjadi Rp12.200 per kilogram, banag pulau dari Rp12.100 menjadi Rp12.200 per kilogram dan lainnya.

Menurutnya naiknya harga beras secara secara signifikan di nasional tidak berpengaruh di daerah itu akibat realisasi produksi padi, luas tanam dan luas panen meningkat setiap tahun.

Sementara Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Agam, Nelfia Fauzana, menambahkan, apabila harga beras di daerah itu mencapai Rp14.000 per kilogram maka pihaknya akan menyurati Bulog untuk melakukan operasi pasar.

Selain harga beras yang mencapai Rp14.000 per kilogram, operasi pasar bisa dilakukan jika kecamatan yang mengalami kenaikan itu jelas, lanjutnya.

"Kami akan segera menyurati Bulog apabila ada laporan dari masyarakat terkait naiknya harga beras," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar