Jembatan Baringin Telah Rampung, Warga Baringin-Koto Lalang Kembali Terhubung

id CSR Semen Padang,semen padang,Semen Indonesia

Warga melintasiJembatan Baringin yang dibangun PT Semen Padang. Jembatan yang sebelumnya putus diterjang banjir akhirnya dibangun kembali menggunakan dana CSR PT Semen Padang senilai Rp400 juta. (Antara Sumbar/Istimewa)

Padang, (Antaranews Sumbar) - PT Semen Padang merampungkan pengerjaan jembatan Baringin yang menghubungkan kelurahan Baringin dengan Kelurahan Koto Lalang di Kecamatan Lubuk Kilangan Padang sehingga sudah bisa kembali dilewati warga setempat.

Direktur Keuangan PT Semen Padang Tri Hartono Riantodi Padang, Selasa (16/1) menyampaikan pembangunan jembatan gantung itu merupakan bentuk kepedulian dan perhatian PT Semen Padang kepada masyarakat lingkungan, serta bagian dari dharma bakti perusahaan pada nagari.

"Semoga jembatan ini bisa memberi manfaat, tak hanya di sisi kelancaran transportasi, namun juga berdampak kepada perkembangan perekonomian masyarakat," kata dia.

Dengan telah rampungnya jembatan itu ia berharap kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga jembatan tersebut agar tidak cepat rusak.

Jembatan Gantung Baringin merupakan salah satu jalur alternatif masyarakat Baringin. Pada 11 Maret 2017, jembatan tersebut putus setelah diterjang arus Sungai Baringin yang meluap saat Kota Padang diguyur hujan selama dua hari.

Dua hari setelah jembatan itu putus, PT Semen Padang menurunkan Tim Reaksi Cepat, Tim Sipil dan CSR perusahaan untuk membangun jembatan darurat menggunakan kontainer dan besi bekas dan pada 15 Maret 2017 jembatan darurat itu selesai dibangun.

Namun, pada awal Juni 2017, jembatan darurat tersebut kembali putus diterjang arus sungai. Oleh sebab itu, PT Semen Padang melalui CSR perusahaan kembali membangun jembatan gantung.

Pembangunan kembali jembatan gantung tersebut, ditandai dengan peletakkan batu pertama oleh Wali Kota Padang Mahyeldi Wakil Wali Kota Emzalmi dan Direktur Produksi PT Semen Padang Firdaus, pada 10 Agustus 2017.

Panjang jembatan yang dibangun 50 meter, lebar dua meter dengan kapasitas beban 400 kilogram dengan waktu pengerjaan jembatan 92 hari menelan biaya Rp400 juta.

Sementara salah seorang warga setempat Melati bersyukur karena jembatan gantung Baringin sudah bisa kami manfaatkan sehingga akses ke Pasar Bandar Buat yang merupakan sentral ekonomi masyarakat Lubuk Kilangan menjadi dekat,

Ia mengatakan sebelum jembatan gantung dibangun kembali warga yang ingin ke Bandar Buat dan Koto Lalang, terpaksa harus memutar cukup jauh sekitar lima kilometer.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar