Siswa MAN 5 Agam Simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer

id UNBK

Ilustrasi - Simulasi UNBK . (Antara)

Lubukbasung, (Antaranews Sumbar) - Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 5 Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menggelar simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) bagi 164 siswa menjelang pelaksanaan pada April 2018.

Wakil Kepala MAN 5 Agam, Jonilizar di Lubukbasung, Jumat, mengatakan, simulasi ini digelar sebanyak tiga kali dan saat ini simulasi ini baru satu kali digelar pada November 2017.

"Simulasi selanjutnya akan kita gelar pada awal dan akhir Februari 2017," katanya.

Simulasi ini diikuti sebanyak 164 siswa yang berasal dari MAN 5 Agam sebanyak 62 orang dan tiga sekolah gabungan sebanyak 102 siswa dari Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Muhammadyah Lubukbasung, MAS Nurul Yakin Manggopoh dan MAS Bawan.

"Ketiga sekolah ini merupakan kelompok kerja madrasah," katanya.

Simulasi UNBK ini digelar untuk menguji kemampuan siswa karena UNBK ini merupakan yang pertama kali diadakan tingkat Madrasah Aliyah (MA) di Agam.

Sebelumnya, MAN 5 Agam tidak akan menggelar UNBK mengingat jumlah komputer di sekolah itu masih kurang.

Namun MAN 5 Agam melaksanakan UNBK di SMKN 2 Lubukbasung.

"Dengan mendapatkan tompangan, maka kita mengelar UNBK pda 2018. Kedepan kita akan melengkapi sarana dan prasarana sehingga kita bisa menggelar UNBK secara mandiri tahun depan," katanya.

Dari hasil simulasi UNBK, tambahnya, masih ada siswa yang tidak bisa menggunakan komputer sekitar lima persen dari 164 peserta.

Untuk mengatasi itu, siswa tersebut akan latih menggunakan komputer oleh pendamping.

"Pelatihan ini kita lakukan secara intensif agar mereka paham menggunakan komputer nantinya," katanya.

Anggota DPRD Agam, Muhammad Abrar berharap pihak sekolah untuk sering melakukan simulasi UNBK agar siswa tidak kesulitan saat ujian nanti.

Ini mengingat bahwa masih ada siswa yang tidak mengerti menggunakan komputer.

"Simulasi ini harus sering dilakukan agar dapat mengatasi kendala yang dihadapi siswa saat ujian," katanya. (*)

Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar