Pariaman Lengkapi Infrastruktur Dermaga Pulau Tangah Sebelum Dibuka untuk Umum

id Dermaga Terapung

Wali Kota Pariaman Mukhlis Rahman meninjau pembangunan dermaga apung yang terletak di Pulau Tangah bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. (Antara Sumbar/Muhammad Zulfikar)

Pariaman, (Antaranews Sumbar) - Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat akan melengkapi sarana dan prasarana Dermaga Terapung di Pulau Tangah daerah setempat sebelum dibuka untuk pengunjung wisata di daerah itu.

"Sarana dan prasarana pendukung belum selesai dan perlu percepatan pembangunannya agar segera berdampak pada sisi ekonomi dan pariwisata daerah," kata Wali Kota Pariaman Mukhlis Rahman di Pariaman, Kamis, saat meninjau pembangunan dermaga apung di Pulau Tangah.

Secara umum kata dia, pembangunan dermaga apung bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia itu sudah selesai, namun belum bisa dibuka kepada masyarakat yang ingin berkunjung.

Ia menjelaskan alasan pemerintah daerah belum memberikan izin kepada masyarakat untuk mengunjungi Pulau Tangah yaitu karena masih dalam tahap pembangunan infrastruktur.

Beberapa pembangunan yang masih dalam tahap pengerjaan seperti jalan pedestrian sepanjang 800 meter dan gazebo atau pondok peristirahatan sebanyak 15 unit.

Selain itu pemerintah daerah juga berencana melakukan pembangunan taman burung, kolam air tawar dan sejumlah sarana prasarana pendukung lainnya.

"Nanti jika pembangunan sudah selesai maka akan dibuka untuk umum, sehingga masyarakat dan wisatawan dapat menikmatinya," ujar Wali Kota Pariaman dua periode tersebut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Pariaman Zamzamil mengatakan beberapa sarana dan prasarana pendukung masih dalam tahap pembangunan.

Khusus jalan pedestrian dan gazebo atau tempat peristirahatan diperkirakan akan siap pada akhir Januari 2018 kemudian dilanjutkan sejumlah pembangunan lainnya.

"Jalan pedestrian tersebut belum selesai masih ada penambahan serta dilakukan penghijauan agar lebih ramah lingkungan," kata dia.

Untuk pembangunan jalan pedestrian tersebut pemerintah daerah memperkirakan menghabiskan biaya sebesar Rp780 juta dan Rp330 juta untuk 15 unit gazebo.

Pihaknya mengatakan setelah seluruh pembangunan infrastruktur selesai dilakukan akan diserahkan ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pariaman.

"Dinas PUPR hanya dalam batas pembangunan fisik, selanjutnya pengelolaan akan dilimpahkan ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang bertujuan mendongkrak kunjungan wisata," katanya.

Kabid Perikanan Tangkap, Dinas Perikanan setempat Zainal mengatakan pagu anggaran pembangunan dermaga apung tersebut sebesar Rp1,7 miliar.

Pihaknya menjelaskan tender kegiatan tersebut dilakukan langsung oleh pihak kementerian di Jakarta. Dalam hal tersebut Kota Pariaman hanya menerima pengerjaan hingga selesai saja. (*)

Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar