DPRD Minta Masyarakat Lestarikan Kesenian Bela Diri Ulu Ambek

id silat ulu ambek

Dua pesilat Ulu Ambek Pariaman sedang memperagakan gerakan kesenian lokal tersebut.

Kesenian Ulu Ambek merupakan seni bela diri perpaduan antara pergerakan tubuh dengan kebatinan yang memiliki nilai-nilai budaya dan harus dilestarikan

Pariaman, (Antaranews Sumbar) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pariaman Sumatera Barat mendorong masyarakat di daerah itu untuk tetap melestarikan kesenian 'Ulu Ambek' atau bela diri khas suku Minangkabau sebagai kekayaan budaya lokal.

"Kesenian Ulu Ambek merupakan seni bela diri perpaduan antara pergerakan tubuh dengan kebatinan yang memiliki nilai-nilai budaya dan harus dilestarikan," kata Anggota Komisi I DPRD Pariaman Riza Saputra, di Pariaman, Minggu, saat melakukan kegiatan reses.

Ia mengatakan kesenian bela diri seperti Ulu Ambek, silat dan lainnya harus didukung semua pihak serta dilestarikan agar menjadi sebuah nilai kearifan lokal yang bernilai lebih.

Apalagi kata dia, di era kemajuan zaman teknologi dan informasi para generasi muda tidak semuanya berkeinginan untuk melestarikan kesenian bela diri tradisional tersebut.

Hal tersebut ujar dia, merupakan tantangan bagi pemerintah dan masyarakat pada umumnya bagaimana mempertahankan kesenian daerah seperti Randai, Indang, Ulu Ambek, Silat, Tari Gelombang, Gandang Tassa dan lainnya agar terus mampu dilestarikan.

Pihaknya juga mengapresiasi Desa Marabau Kecamatan Pariaman Selatan yang mengalokasikan biaya bagi para pelatih atau guru bela diri Ulu Ambek menggunakan dana desa dalam mendidik anak-anak di daerah itu.

Menurut dia, dana desa yang dikucurkan pemerintah pusat maupun daerah dapat dimanfaatkan sebagai pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) salah satunya alokasi honor para pelatih atau guru.

"Selagi tidak menyalahi aturan, DPRD mendukung penuh pengalokasian dana desa seperti yang dilakukan Desa Marabau," ujar politisi Partai Hanura tersebut.

Ia menilai peran pemerintah daerah dalam melestarikan kesenian bela diri Ulu Ambek cukup besar salah satunya menampilkannya pada berbagai kegiatan.

Ke depan ujarnya, DPRD mendorong setiap desa dan kelurahan di daerah itu agar lebih aktif dalam melestarikan kesenian daerah salah satunya Ulu Ambek dengan mengalokasikan dana desa yang ada.

Salah seorang guru bela diri Ulu Ambek Buyuang Herman (52) mengatakan kesenian lokal tersebut sudah ada sejak puluhan tahun lalu dan terus dilestarikan oleh para tetua adat.

"Sebagai masyarakat Minangkabau kami berupaya menghidupkan, menjaga dan melestarikan kesenian yang sudah turun temurun," ujar dia.

Perguruan Sasaran Silek Anduang Puyuah atau Locan sudah memiliki 36 anak didik dari tingkat pelajar Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat.

Saat ini ujarnya, perguruan bela diri Ulu Ambek khas daerah tersebut mengadakan pertandingan kesenian yang melibatkan 200 pelajar asal Kota Pariaman dan Kabupaten Padangpariaman. (*)

Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar