Ribuan Warga Pesisir Selatan Dirukiah Massal

id rukiah

Pelaksanaan rukiah (ANTARA SUMBAR / Didi Someldi Putra).

Painan, (Antara Sumbar) - Ribuan warga Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat mengikuti rukiah massal di Masjid Baiturahman Kota Painan, daerah setempat, Minggu.

Rukiah massal dihadiri Ustad M. Zunaidi yang juga Ketua Quranic Healing Indonesia, Ketua Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Pesisir Selatan, Lisda Hendrajoni, Asisten I Sekretariat Daerah Pesisir Selatan, Gunawan mewakili bupati setempat dan pejabat lainnya.

"Rukiah merupakan pengobatan yang dianjurkan dalam Islam agar lebih sehat baik jasmani maupun rohani," kata Ketua BKMT Pesisir Selatan, Lisda Hendrajoni usai kegiatan itu.

Ia menambahkan melaksanakan rukiah dengan niat yang tulus maka menjadikan emosi seseorang lebih stabil serta lebih agamais.

Pada bagian lain, Asisten I Sekretariat Daerah Pesisir Selatan, Gunawan, menyebutkan rukiah massal diprakarsai oleh Ketua BKMT Pesisir Selatan dengan menggandeng beberapa pihak terkait.

"Pemerintah kabupaten berupaya memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari penyediaan rumah layak huni, operasi bibir sumbing, menyediakan kaki dan tangan palsu hingga pelaksanaan rukiah ini," ujarnya.

Hal tersebut katanya, dilakukan oleh pejabat daerah setempat sebagai bentuk pelaksanaan amanah yang diberikan masyarakat kepada mereka.

Ustad M. Zunaidi menyebutkan rukiah merupakan pengobatan menggunakan ayat-ayat serta doa-doa yang terkandung dalam Alquran.

Menurutnya, saat ini pengobatan rukiah sudah sangat populer di tengah-tengah masyarakat Indonesia, kendati demikian ia berpesan agar masyarakat berhati-hati dengan praktik rukiah sehingga tetap sesuai anjuran agama.

"Rukiah yang sebenarnya bacaan-bacaannya bersumber dari Alquran dan Sunnah Nabi Muhammad, jika melenceng maka tidak dianjurkan," katanya.

Selain itu, tambahnya rukiah yang sesuai anjuran tidak memberi persyaratan yang aneh-aneh seperti jeruk purut, kembang tujuh rupa, ayam hitam, kemenyan dan lainnya. (*)
Pewarta :
Editor: M R Denya
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar