Sikapi Kelangkaan Elpiji Subsidi, Ini Langkah Pemkab Agam

id elpiji

(ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

Lubukbasung, (Antara Sumbar) - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat telah melakukan koordinasi dengan PT Pertamina Cabang Padang dalam menyikapi kelangkaan liquified petroleum gas (elpiji) menjelang Natal dan akhir tahun 2017 di daerah itu.

"Kita telah melakukan koordinasi dengan PT Pertamina cabang Padang, Senin (11/12)," kata Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Agam, Nelfia Fauzana di Lubukbasung, Selasa (12/12).

Dari hasil koordinasi itu, pihak Pertamina akan menyikapi kelangkaan elpiji dengan cara melakukan operasi pasar di daerah itu.

Operasi pasar tersebut digelar setelah pihaknya mengajukan surat ke Pertamina dalam menyikapi keluhan dari warga terkait kelangkaan elpiji.

"Saat ini kita belum menerima keluhan warga terkait kelangkaan elpiji tersebut dan apabila kita menerima keluhan warga, kita akan menyurati Pertamina untuk melakukan operasi pasar," tegasnya.

Kuota elpiji tiga kilogram di daerah itu sebanyak 8.879 metrik ton atau 2.959.666 tabung pada 2017.

Dari 2.959.666 tabung itu sebanyak 246.693 tabung didistribusikan ke Agam setiap bulannya. Ke 246.683 tabung itu disalurkan ke 106 pangkalan yang tersebar di 16 kecamatan di daerah itu.

"Ini berdasarkan data kuota elpiji yang kita peroleh dariPertamina," ujarnya.

Selain melakukan koordinasi tentang elpiji, pihaknya juga melakukan koordinasi terkait persediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) pada libur Natal dan akhir tahun.

"Pertamina akan menyikapi dengan cara menambah kuota seluruh jenis produk tergantung permintaan SPBU," katanya.

Anggota DPRD Agam, Syafrudin memberikan apresiasi kepada dinas terkait yang telah melakukan upaya dalam mengantisipasi kelangkaan elpiji sehingga tidak terjadi kelangkaan elpiji dan BBM nantinya.

Menurut Ketua Fraksi PKS ini, persoalan elpiji ini merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Ia berharap pemerintah dan Pertamina tidak lengah. Lalu serius untuk melakukan pengawasan dan memantau agar kebutuhan elpiji tidak terganggu.

"Kita berharap pemerintah dan aparat kepolisian untuk bertindak tegas jika ada oknum pangkalan atau agen yang sengaja menyimpan elpiji dengan tujuan mendapatkan keuntungan yang tinggi," tambahnya. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar