Jadi Tulang Punggung Keluarga, Penasihat Hukum Ajukan Tahanan Kota Terdakwa Pembalakan Liar

id Pembalakan Liar

Tim gabungan menemukan kayu yang diduga hasil dari penembangan liar. (ANTARA SUMBAR/Yusrizal)

Lubukbasung, (Antara Sumbar) - Panasihat Hukum kasus pembalakan ilegal di hutan lindung Labuh Usang, Jorong Muko-muko, Kecamatan Tanjungraya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mengajukan pengalihan tahanan dari rumah tahanan ke tahanan kota karena keduanya merupakan tulang punggung keluarga.

"Kami telah mengajukan pengalihan tahanan kepada majelis hakim saat sidang pembacaan dakwaan, Senin," kata Penasihat Hukum AM dan EDS, Vino Oktavia di Lubukbasung, Senin.

Alasan pengalihan tahanan itu diajukan karena kedua terdakwa merupakan tulang punggung keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidup dan biaya sekolah anak mereka.

Bahkan, tambahnya dengan penahanan ini ada anak mereka yang berhenti sekolah akibat tidak punya biaya.

"Jangan sampai dengan penahanan ini berdampak terhadap anak-anak mereka baik segi pendidikan maupun kebutuhan hidup lainnya," tambahnya.

Selain terdakwa sebagai tulang pungung keluarga, ninik mamak atau tokoh adat dan wali nagari juga menjamin bahwa kedua terdakwa tidak akan melarikan diri maupun tidak mengulang perbuatannya, tidak menghilangkan barang bukti dan akan hadir saat sidang di Lubukbasung.

"Permohonan ini akan dipertimbangkan selama satu minggu oleh majelis hakim dan minggu depan akan kita tanyakan lagi, bagaimana permohonan apakah bisa diputuskan," katanya.

Pihaknya juga menyampaikan keberatan dakwaan yang disampaikan Penuntut Umum atas nama Yunita. Keberatan ini akan dibuat secara tertulis dan akan disampaikan pada sidang lanjutan pada Senin (18/12).

"Saat sidang kita juga meminta salinan dakwaan dan telah dikabuli setelah sidang selesai," katanya.

Penuntut Umum, Yunita, mengatakan kedua terdawa ditangkap tim gabungan Sat Reskrim Polres Agam, Dinas Kehutanan Provinsi Sumbar Korwil Agam dan BKSDA Resor Agam di Labuah Usang Jorong Muko-muko, Nagari Koto Malintang Kecamatan Tanjungraya, Rabu (27/9).

Saat itu, tim gabungan melakukan patroli di kawasan hutan lindung selingka Danau Maninjau.

Ditangan terdakwa, tim mengamankan mesin pemotong kayu, benang untuk mengukur kayu dan lainnya.

Sidang pembacaan dakwaan itu dipimpin oleh ketua hakim, Duano Aghaka dengan anggota hakim yakni, Shinta Nike Ayudia dan Ida Maryam Hasibuan.

Sidang tersebut dihadiri oleh puluhan keluarga terdakwa dan sidang berjalan dengan lancar. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar