Banjir Landa Solok, Satu Warga Dilaporkan Hilang

id BANJIR

Arsip -Sejumlah warga melintasi banjir yang merendam pemukiman penduduk di pinggiran Sungai Deli, Kecamatan Medan Maimun, Medan, Sumatera Utara, Selasa (7/11). Banjir kiriman akibat debit air di hulu tinggi, menyebabkan ratusan rumah di pinggiran sungai tersebut terendam banjir dengan ketinggian mencapai 1,5 meter. ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi/nz/17. ()

Arosuka, (Antara Sumbar) - Banjir bandang dan longsor melanda Nagari Guguek Sarai Kecamatan Sungai Lasi dan Katialo, Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok. Satu orang dilaporkan hilang, Sabtu malam (9/12).

Bencana diperkirakan dipicu curah hujan dengan intensitas tinggi beberapa hari terakhir di wilayah tersebut.

Kejadian diperkirakan terjadi sekutar pukul 21.30 Wib. Akibatnya, Puluhan rumah warga terkena dampak Banjir bandang.

"Data sementara, Lebih kurang 25 rumah terendam banjir termasuk areal sawah warga," kata Kalaksa BPBD Kabupaten Solok, Dasril, Minggu.

Akibatnya, sebagian warga terpaksa diungsikan ke Sekolah Dasar (SD) 06 Guguek Sarai. Beruntung tidak ada korban jiwa pada kejadian tersebut.

"Untuk luas areal sawah yang disapu banjir bandang hingga kini masih dalam pendataan dinas pertanian Solok," ujarnya.

Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin langsung meninjau lokasi dinihari tadi, sekitar pukul 02.30. Ia bersama tim turut membantu evakuasi warga.

Menurut Wabup, keselamatan warga harus menjadi prioritas tim penanggulangan bencana. Begitu juga prioritas pasca bencana.

"Memang, Kabupaten Solok diguyur hujan beberapa hari terakhir, kita utamakan penyelamatan warga dari bahaya banjir bandang," ujarnya saat meninjau lokasi pengungsian warga.

Sementara itu, akibat Banjir bandang di Nagari Katialo, Kecamatan X Koto Singkarak mengakibatkan satu orang dilaporkan hilang Ocan (48).

Dua orang mengalami luka parah dan dilarikan ke Puskesmas terdekat. Empat keluarga yang terdiri dari sekitar 20 jiwa terpaksa diungsikan.

"Dua jembatan putus dan satu rusak berat, akses jalan Sungai Janiah menuju Sibarambang putus," kata Kalaksa BPBD Solok, Dasril.

Ia mengatakan membutuhkan relawan yang profesional dan bantuan polisi serta anjing pelacak untuk menemukan warga yang hilang.

Hingga kini, total ada sekitar 43 rumah terkena longsor. Tidak hanya itu, musibah tersebut turut menyeret dua ekor ternak warga dan satu sepeda motor.

Tim BPBD masih bekerja, mencari warga yang hilang dan juga melakukan pendataan. Sejumlah tim SAR dari daerah lain juga sudah merapat ke lokasi kejadian. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar