Pascapengedar Uang Palsu Ditangkap, Polres: Masyarakat Hati-hati

id UANG PALSU

Uang palsu yang diamankan Polres Pasaman Barat. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan saat transaksi menggunakan uang kertas dengan dilihat, diraba dan diterawang. (ANTARA SUMBAR/Altas Maulana)

Sumpang Empat, (Antara Sumbar) - Kepolisian Resor (Polres) Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap uang palsu saat transaksi jual beli.

"Dengan adanya tertangkap dua orang warga pengedar uang palsu maka masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan," kata Kepala Polres Pasaman Barat, AKBP Iman Pribadi Santoso didampingi Kepala Satuan Reskrim, Iptu Chairul Ridha di Simpang Empat, Minggu (10/12).

Ia mengatakan masyarakat harus bisa membedakan antara uang palsu dengan uang asli. Salah satu caranya adalah dengan dilihat, diraba dan diterawang.
"Kami dari pihak kepolisian akan terus melakukan penyelidikan terkait uang palsu tersebut dengan maksud agar semua uang palsu yang terlanjur beredar dapat ditarik kembali," katanya.
Salah satu upaya yang dilakukan polisi adalah meningkatkan patroli melalui Kepolisian Sektor (polsek) di setiap pasar.
"Kami akan terus memantau melalui patroli rutin yang terus dilakukan setiap saat," katanya.
Kasat Reskrim menjelaskan pada umumnya sasaran para pengedar uang palsu adalah warung-warung kecil yang ada di perkampungan.
Sebab, jika uang palsu tersebut diedarkan di toko atau minimarket akan cepat diketahui oleh para pedagang.
"Sasaran peredarannya adalah pedagang kecil dengan pura-pura berbelanja atau menukarkan uang," ujarnya.
Untuk itu, para pedagang diharapkan berhati-hati dengan melihat bentuk dan ciri-ciri kertas uang tersebut.
Sebelumnya, jajaran Polres Pasaman Barat menangkap dua orang pengedar uang palsu pada Sabtu (9/12) di Jorong Kampung Cubadak Nagari Lingkuang Aua Kecamatan Pasaman.

Kedua tersangka itu adalah EP (22) dan KA (26) saat ini sudah ditahan di Polres Pasaman Barat untuk pemeriksaan lebih jauh.
Dari tangan tersangka polisi mengamankan barang bukti uang pecahan Rp100.000 sebanyak 13 lembar, uang pecahan Rp50.000 sebanyak satu lembar yang diperoleh dari dalam dompet tersangka Evinda Ipin dan uang pecahan Rp100.000 sebanyak enam lembar dari dalam dompet Khairul Amin atau Adek.
Kemudian satu unit printer foto kopi merk Canon PIXMA MP 237, kertas HVS A4 merk Sinar Dunia sebanyak 250 lembar, sua unit HP merk nokia dan merk samsung, dua buah dompet warna hitam dan warna merah. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar