Wagub : Seminar Risiko Bencana Samakan Persepsi Penanganan Bencana

id Nasrul Abit

(ANTARA SUMBAR/Miko Elfisha)

Padang, (Antara Sumbar) - Wagub Sumatera Barat (Sumbar), Nasrul Abit berharap Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) Seminar on Disaster Risk Financing in The Asia Pasific Region di Padang menghasilkan kesamaan persepsi dalam penanganan bencana dari sudut pandang ekonomi.

"Indonesia secara umum, termasuk Sumbar berada dalam cincin api Pasifik (Ring of Fire) yang rawan gempa, karena itu diperlukan kesamaan kerangka berfikir dalam penanganan bencana," kata dia di Padang, Selasa (5/12).

Ia menilai penanganan itu mencakup penyediaan sumber daya tanggap bencana, pemulihan hingga proses rekonstruksi.

Bahkan jika memungkinkan menurut dia pemerintah menyediakan asuransi jiwa atau bangunan bagi masyarakat yang tinggal pada daerah-daerah rawan.

Khusus untuk Sumbar terdapat tujuh kabupaten dan kota yang memiliki wilayah laut dan berpotensi terjadi bencana gempa dan tsunami diantaranya Mentawai, Pesisir Selatan, Padang, Padangpariaman, Pariaman, Agam dan Pasaman.

Namun tidak hanya daerah yang berdekatan dengan pesisir pantai saja yang memiliki risiko tinggi akan bencana, tetapi juga daerah lain di Sumbar juga berisiko bencana antaranya longsor, pergerakan tanah, kebakaran hutan, banjir, puting beliung dan meletus gunung.

"Banyaknya potensi ini membuat Sumbar digelari super market bencana," ujar dia.

Sementara itu Kepala Badan Kebijakan Fiskal kementerian Keuangan Suahasil Nazara mengatakan seminar itu juga akan membahas pengelolaan keuangan risiko bencana untuk bantuan, asuransi bencana, dan penyediaan jaminan finansial.

Seminar itu juga dihadiri perwakilan dari kementerian dan lembaga serta instansi pemerintah, perwakilan negara ASEAN, dan perwakilan Mitra Multilateral seperti World Bank, ADB dan OECD. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar