Sutradara Riri Riza Dorong Film Regional Berkembang

id Riri Riza

Sineas terkemuka Indonesia Riri Riza bersama sineas Sumbar S Matron dan Sutradara Film Surau Silek Arif Malin Muda memberikan gambaran tentang Film Regional dalam diskusi yang digelar Andalas Film Exhibition (AFE) di Convention Hall Unand, Minggu (3/12).(Antara Sumbar/Mario Sofia)

Padang, (Antara Sumbar) - Sineas terkemuka Indonesia Riri Riza menyatakan keberadaan film regional dapat mengembangkan potensi yang dimiliki daerah masing-masing seperti bakat menjadi produser, sutradara, penulis skenario dan pemain film.

"Potensi itu dapat tergali melalui keberadaan film regional, semakin banyak produksi film regional tentu akan banyak sineas baru lahir dari Sumbar" katanya saat menjadi narasumber dalam kegiatan diskusi yang dibuat oleh Andalas Film Exhibition (AFE) di Padang, Minggu.

Ia mengatakan film regional merupakan film yang mulai dari ide ceritanya, kru produksinya dan pasarnya berasal dari daerah itu sendiri.

Hal ini berbeda dengan film "Laskar Pelangi", meskipun mengangkat kehidupan warga Belitong, seluruh kru dan tim datang dari Jakarta untuk membuat film ini sehingga ini bukan film regional.

Salah satu film regional Sumbar yang menarik adalah "Surau dan Silek. Keberhasilan film ini hendaknya diikuti dengan workshop penulisan skenario, produser dan produksi film sehingga kualitas dari waktu ke waktu semakin meningkat.

"Saya yakin Sumbar memiliki sumber daya untuk melahirkan sineas handal, namun salah satu tantangan film regional adalah profesionalitas dalam menghasilkan karya. Apabila karya itu lahir dengan profesional maka akan memberikan kualitas yang bagus,"kata dia.

Ia mengatakan agar kualitas film tetap terjaga maka di suatu daerah harus menghidupkan komunitas film, komunitas ini akan berdiskusi tentang film-film regional yang telah diproduksi.

"Komunitas inilah yang akan menjaga kualitas film regional maupun nasional yang hadir di tengah masyarakat," kata dia.

Sementara Sineas Sumatera Barat S Metron Mardison menyatakan Sumbar memiliki modal yang bagus untuk memproduksi film regional dalam jumlah banyak karena jumlah masyarakat yang akan menonton banyak.

"Data BPS jumlah penduduk Sumbar adalah sebanyak 4,2 juta jiwa namun yang berada di perantauan dapat mencapai tiga kali lipat jumlah itu, sehingga potensi film regional Sumbar memiliki jumlah pasar yang banyak," kata dia.

Selain itu sejak dahulu kala orang Minangkabau suka menonton film, hal ini juga menjadi modal kuat bagi para sineas Sumbar menghasilkan karya terbaik.

"Tantangan terbesarnya adalah bagaimana meyakinkan investor untuk mendanai produksi film sehingga mereka memiliki kepercayaan film yang dibuat oleh orang lokal juga bersaing di tingkat nasional bahkan internasional," kata dia. (*)
Pewarta :
Editor: M R Denya
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar