Minggu Pagi, Sembilan Rumah Terbakar di Pekanbaru

id Kebakaran

Ilustrasi - (ANTARA SUMBAR/Fathul Abdi)

Pekanbaru, (Antara Sumbar) - Sembilan rumah terbakar di Jalan Kadijah Ali Gang Koto, Kelurahan Kampung Dalam, Senapelan, Kota Pekanbaru, Minggu sekitar pukul 07.15 WIB.

"Bangunan yang terbakar terdiri atas delapan rumah yang terbuat dari kayu dan satunya lagi dari beton," kata Wakil Kepala Kepolisian Resor Kota Pekanbaru AKBP Edi Sumardi di Pekanbaru, Minggu (26/11).

Api diduga berasal dari lantai dua rumah Ketua RT 01 RW 04 atas nama Ramli. Pada saat kebakaran Ketua RT 01 tidak ada di rumah. Kebakaran di rumah Ramli itu menyebabkan terbakarnya delapan rumah di sekitarnya.

Mereka yang rumahnya terbakar, yakni milik Sap, Aisyah, Nun, Edi, Dahlia, Eli Jarti, Eva Panjaitan, dan Ludin. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut dan api dapat dipadamkan sekitar pukul 09.00 WIB oleh pemadam kebakaran.

"Penyebab kebakaran belum diketahui dan kerugian materiil juga belum dapat dihitung. Kalau korban jiwa, nihil," kata Wakapolres Edi Sumardi.

Kampung Dalam sendiri saat ini masih dikenal sebagai kampung narkotika dan obat-obatan terlarang di Pekanbaru khususnya dan Riau pada umumnya.

Sampai saat ini, kata dia, terus diupayakan daerah tersebut bisa hilang stigma itu, baik dari aspek penegakan hukum maupun program pemerintahan.

Menurut kepolisian, Kampung Dalam masih menjadi target operasi dan dilakukan pengungkapan rutin di sana. Tiap pekan, Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau dan Satuan Resnarkoba Polres Pekanbaru bergantian mengungkap di sana.

Upaya lainnya dari Dinas Kebudayaan Pemprov Riau adalah mengalihkan cagar budaya ke Kampung Dalam. Itu karena Masjid Raya Pekanbaru yang dicabut status cagar budayanya karena telah berubah dari wujud aslinya.

Masjid Raya Pekanbaru menurut dinas ada dalam peta cagar budaya. Dalam hal ini, yang masuk dalam peta tidak hanya itu. Disbud Riau memperkirakan daerah lainnya juga merupakan situs budaya, termasuk Kampung Dalam, Senapelan, Pekanbaru. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar