Polisi Siapkan Pagar Hidup Antisipasi Gangguan Ternak Saat TdS 

id polisi

Ilustrasi, polisi. (Antara)

Lubukbasung, (Antara Sumbar) - Kepolisian Resor Agam, Sumatera Barat, melakukan pengamanan sistim pagar hidup dalam mengantisipasi ternak milik warga melewati rute yang akan dilalui pembalap event internasional Tour de Singkarak (TdS) 2017.

"Kita akan melibatkan anggota Polres Agam, pelajar dan masyarakat di lokasi rawan dilintasi sapi, kerbau dan lainnya di Tiku Kecamatan Tanjungmutiara dan Silareh Aia Kecamatan Palembayan," kata Kapolres Agam AKBP Ferry Suwandi di Lubukbasung, Kamis.

Polres Agam akan menempatkan dua sampai delapan personel di lokasi tersebut dengan tujuan untuk meminimalisir kecelakaan di lokasi tersebut akibat ternak melewati rute yang akan dilalui pembalap.

Pagar hidup ini dilakukan karena di dua lokasi itu ternak warga cukup banyak dan tidak diikat dengan tali, sehingga dapat menganggu pembalap nantinya.

"Kita tidak menginginkan hal ini terjadi, karena berdampak terhadap keamanan dan kenyamanan dari pembalap," tegasnya.

Selain rawan ternak, tambahnya, Kelok Lima di Kelok 44 juga rawan kecelakaan, karena badan jalan di Kelok Lima dalam kondisi terban.

Namun jalan tersebut bisa dilalui kendaraan.

"Kita akan menambah personel di Kelok Lima dan memasang rambu-rambu lalu lintas. Setiap bengkolan di Kelok 44, akan ditempatkan
satu personel," katanya.

Pada TdS 2017, Polres Agam mengerahkan 300 personel untuk mengamankan sepanjang rute yang akan dilalui pembalap TdS. Ke 300 personel itu berasal dari Polres Agam sebanyak 250 orang, Kodim 0304 Agam, Dinas Perhubungan, Satpol PP Damkar dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam sebanyak 50 orang.

Mereka ini akan mengamankan etape VI dari batas Agam dengan Padangpariaman sampai batas Agam ke Pasaman Barat.

Kemudian etape VIII dari batas Agam dengan Padangparaiaman sampai ke lokasi finis di Ambun Pagi Kecamatan Matur.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Agam, Jetson menambahkan, etape VI ini dengan star di Kota Pariaman dengan finis di kantor Bupati Pasaman Barat dan etape VIII finis di Padangpariaman dengan finis di Ambun Pagi Kecamatan Matur.

"Agam menjadi lokasi finis pada etape VIII. Kita akan menampilkan kesenian tradisional di lokasi finis untuk menghibur peserta," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: M R Denya
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar