Finish di Padang Aro, Pebalap Venezuela Juara Etape V TdS

id TdS

Sejumlah pembalap berpacu pada etape V Tour de Singkarak 2017, di kawasan perkebunan teh, Solok, Sumatera Barat, Rabu (22/11). Etape V ini menyisakan 78 pembalap yang menempuh rute Terminal Kota Solok menuju Kantor Bupati Solok Selatan sejauh 153,2 kilometer. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/foc/17.

Padang Aro, (Antara Sumbar) - Pebalap asal Venezuela Yonnatta Alejandro Monsalve menjuarai etape terberat Tour de Singkarak (TdS) 2017 dari Solok menuju Padang Aro, Solok Selatan, Sumatera, Rabu setelah menjadi yang tercepat balap balapan sejauh 153,2 km itu.

Monsalve yang memperkuat Qinghai Tianyoude Cycling Team ini menjadi juara setelah masuk finis tercepat dengan waktu 03:57:10 atau unggul empat detik dengan pebalap finis kedua, Khalil Khorsid dari Tabriz Shahrdary Team dan posisi tiga Daniel Whitehouse dari CCN dengan selisih lima detik.

Hasil ini sesuai dengan prediksi sebelumnya, pebalap dengan start 31 memang merupakan salah satu unggulan pada kejuaraan yang didukung penuh oleh Kementerian Pariwisata ini. Apalagi pebalap tersebut telah mempunyai nama besar.

Monsalve saat finis dengan tenang meski dibelakangnya ada pebalap yang juga mempunyai spesialisasi yang sama. Hasil ini juga mampu mendongkrak posisinya diklasemen umum menjadi posisi tiga dengan total catatan waktu 17:24:55, setelah sebelumnya hanya berada diposisi sembilan.

Setelah menyelesaikan balapan Monsalve terus melebarkan senyum. Kondisi tersebut menjadi daya tarik sendiri bagi masyarakat untuk mendekat untuk berfoto bersama. Hanya saja, ada kendala yang terjadi karena pebalap tersebut hanya bisa berbahasa Spanyol.

Sementara itu pebalap yang finis diurutan ketiga Daniel Whitehouse mengakui jika etape lima ini cukup berat. Begitu juga persaingan yang terjadi sejak start karena harus berhadapan pebalap yang memiliki spesialisasi dengan pebalap asal Ingris itu.

"Persaingan disini memang ketat. Begitu juga dengan lintasan yang kami lalui. Yang jelas saya terus berusaha didepan sehingga meraih hasil ini," kata Daniel Whitehouse usai perlombaan.

Di etape lima ini memang ada tiga tanjakan yang tinggi bahkan dua diantaranya adalah "Hors Category" atau yang tertinggi pada kejuaraan yang masuk kalender UCI level 2.2 itu. Selain itu, juga terdapat dua titik sprint yang harus dilalui oleh semua pebalap.

Untuk pebalap Indonesia yang finis sepuluh besar pertama adalah pebalap CCC Muhammad Fachri Naufal Barokah yang finis kesembilan dengan catatan waktu 04:05:06 serta Abdul Gani dari KFC Cycling Team yang berada diposisi sepuluh dengan catatan waktu 04:05:08.

Sementara itu hingga etape lima, Jamal Hibatulloh dari KGC Cycling Team tetap menjadi pebalap Indonesia terbaik (red white jersey), polkadot jersey atau raja tanjakan dipegang Khalil Khorsid dari Tabriz Shahrdary Team, green jersey dipegang oleh Robert Muller. Sedangkan yellow jersey direbut Daniel Whitehouse dari CCN Cycling Team. (*)
Pewarta :
Editor: M R Denya
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar