Rektor Unand Nilai Penelitian Kunci Tridharma Perguruan Tinggi

id Rektor unand

Rektor Unand, Prof Tafdil Husni. (Antara)

Padang, (Antara Sumbar) - Rektor Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumbar, Prof Tafdil Husni menilai penelitian dapat menjadi kunci pengembangan pengajaran dan pengabdian masyarakat.

"Penelitian diprioritaskan memegang peranan utama tri dharma perguruan tinggi," katanya menanggapi pelaksanaan Konferensi Nasional Klasterisasi dan Hilirisasi Unand di Padang, Selasa.

Menurutnya hasil riset yang diupayakan dosen saat ini harus berorientasi dua pilar tri dharma tersebut.

Hal ini sejalan dengan program Kemenristekdikti dalam menggenjot penelitian untuk kemanfaatan.

Dalam hal ini hasil penelitian dosen harus menjadi acuan, referensi dan bahan ajar bagi mahasiswa.

Sedangkan untuk pengabdian, penelitian tersebut dimanfaatkan untuk membantu permasalahan masyarakat dan teraplikasikan untuk pembangunan daerah.

"Untuk itu perlu keseriusan dosen untuk meneliti, orientasinya scopus baik jurnal, artikel dan prosiding," ujar dia.

Saat ini semua yang berkaitan dengan penilaian kualitas riset atau pengabdian mengacu pada scopus.

Misalnya untuk jadi guru besar perlu memperbanyak karya terindeks scopus.

Begitu pun untuk meningkatkan klaster penelitian di nasional dan internasional, scopus jadi acuan.

Bahkan program magister dan doktor sudah diarahkan ke jurnal terindeks scopus.

"Kegiatan klasterisasi dan hilirisasi ini akan bermanfaat meningkatkan kualitas penelitian tersebut," ujar guru besar ekonomi itu.

Dengan adanya klasterisasi akan semakin jelas pengelompokkan penelitian yang bernilai potensial.

Kemudian penelitian ini diupayakan mendapat hak cipta atau paten sebelum dikomersialisasikan atau proses hilirisasi.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Unand Dr Uyung Gatot S Dinata mengatakan selain mempertajam penelitian, kegiatan klasterisasi juga mengenalkan kepada masyarakat tentang karya ilmiah dosen yang bisa dimanfaatkan.

Seperti telur rendah kolesterol, obat baru akan dapat dikenal masyarakat yang mana sebelumnya hanya tersimpan dalam jurnal, prosiding atau laboratorium.

Ke depan kegiatan ini akan terus ditingkatkan jumlah pemakalahnya dari yang saat ini sebanyak 850 makalah.

Bukan hanya itu hasil tulisannya bisa dipublikasikan terindeks scopus dan mendapat kepopularitasan. (*)
Pewarta :
Editor: M R Denya
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar