Padangpariaman Validasi Data Keluarga Miskin Penerima Bantuan Sosial

id Arman Adek

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Padangpariaman, Arman Adek. (Antara Sumbar/Aadiaat M. S)

Parit Malintang, (Antara Sumbar) - Pemerintah Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat masih memvalidasi data keluarga miskin di daerah itu untuk memastikan warga yang berhak mendapatkan bantuan sosial.

"Validasi data dilakukan karena saat ini banyak bantuan sosial yang tidak tepat sasaran karena data yang ada tidak valid," kata Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Padangpariaman, Arman Adek di Parit Malintang, Selasa.

Ia mengatakan data yang tidak valid ini memunculkan permasalahan ketika pemberian bantuan seperti pembagian beras untuk keluarga sejahtera (rastra).

Menurutnya terjadinya permasalahan itu karena perubahan taraf perekonomian masyarakat, apalagi data keluarga miskin yang digunakan sekarang masih data 2015 dengan total 36 ribu keluarga miskin.

"Bisa jadi keluarga yang dulunya miskin sekarang sudah kaya, atau bahkan sebaliknya serta juga ada telah pindah ke daerah lain, atau sudah masuk ke Kabupaten Padangpariaman," ujarnya.

Jadi lanjutnya dengan adanya validasi data tersebut pihaknya dapat menentukan warga yang betul-betul membutuhkan bantuan dari pemerintah.

Data yang divalidasi sekarang akan digunakan untuk tahun depan, dan diharapkan data keluarga miskin di daerah itu betul-betul valid, kata dia.

Ia mengatakan untuk memvalidasi data keluarga miskin tersebut pihaknya berkerja sama dengan Badan Pusat Statistik setempat.

Kabid Sosial Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Padangpariaman, Yeni Wati mengatakan setelah pendataan tersebut bisa jadi jumlah kekuarga miskin akan berkurang, namun tidak menutup kemungkinan bertambah.

"Terlebih data yang digunakan sudah lama sehingga kemungkinan terjadi perubahan dratis," ujar dia.

Sementara itu, salah seorang warga Kecamatan Sungai Geringging, Afis mengharapkan bantuan dari pemerintah karena dengan pencariannya yang sekarang ia merasa kesulitan mencukupi kebutuhan keluarganya terlebih ketika sakit.

"Padahal saya sudah lama tinggal di sini namun tidak terdata oleh pemerintah setempat," katanya.
Sedangakan tetangganya, lanjutnya sudah memiliki perekonomian cukup tapi mendapatkan bantuan Rastra secara rutin dari pemerintah. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar