Dharmasraya Siapkan Panganan Khas Keripik Tempe untuk Pebalap TdS

id Sutan Riska

Bupati Dharmasraya, Sutan Riska. (Antara)

Pulau Punjung, (Antara Sumbar) - Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, menyiapkan keripik tempe matahari dan salak pondok kurnia sebagai cenderamata untuk para pebalap dan official Tour de Singkarak (TdS) 2017.

"Ini bagian dari upaya pembinaan bagi pengusaha lokal kita, karena untuk penyediaan kami bekerja sama langsung dengan pelaku usaha. Diharapkan dapat mendorong semangat pelaku UKM," kata Bupati Sutan Riska di Pulau Punjung, Senin.

Menurut dia ajang balap sepeda merupakan momentum untuk mempromosikan dan mengenalkan pelbagai prooduk asli daerah, karena pesertanya diikuti berbagai negara.

Selain panganan khas yang menjadi ciri khas Dharmasraya, tambahnya dalam paket cenderamata Pemkab Dharmasraya juga menyediakan selendang batik tanah liek.

"Cenderamata ini didesain berbentuk 'scraft' atau selendang yang akan dikalungkan kepada para pebalap dan official TdS," ujarnya.

Menurut dia cenderamata batik tanah liek sengaja dipilih karena memiliki ciri khas tersediri, baik dari segi motif maupun daerah yang memproduksi hanya ada di Dharmasraya, Pesisir Selatan, dan Tanah Datar.

Sebelumnya Pebalap peserta kejuaraan balap sepeda Tour de Singkarak (TdS) 2017 di etape ketiga menghadapi rute terpanjang dari Muaro Sijunjung menuju Dharmasraya, Senin dengan jarak tempuh 161,3 km dan diperkirakan persaingan bakal lebih ketat.

Mereka yang spesialisasi sprint dipastikan bakal menunjukkan kekuatannya untuk menjadi yang terbaik. Namun, pada TdS edisi kesembilan ini banyak pebalap yang memiliki kemampuan lengkap/ komplet yaitu bagus di sprint dan tanjakan yang diantaranya Daniel Whitehouse dari CCN.

Etape ini juga menjadi peluang bagi pebalap Indonesia untuk unjuk gigi mengingat mulai muncul pebalap potensial. Sebut saja Jamal Hibatulloh dari KFC Cycling Team, Aiman Cahyadi dari Sapura Pro Cycling Team hingga Abdul Soleh dari BRCC.

"Saya dan tim akan menjalankan instruksi pelatih saja. Jika ada peluang, kita ambil," kata Jamal Hibatulloh yang saat ini menjadi pebalap Indonesia terbaik (red white jersey) hingga etape kedua.

Balapan yang dimulai dari Gedung Pancasila Sijunjung ini diikuti 90 dari 108 pebalap yang terdaftar. Sudah ada 18 pebalap yang terhenti karena tidak mampu melanjutkan balapan. Hal tersebut terjadi karena beberapa alasan termasuk beratnya rute yang dihadapi. (*)


Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar